Lentera Muslim
Memes & real talk 💜 Just vibes, no stress. Scroll, laugh, repeat 💯🔥
07/29/2018
*NIAT NIKAH*
*Yang diajarkan oleh Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Ali bin Abu Bakar As-Sakran adalah hendaknya ketika menikah diniatkan sebagai berikut :*
1. Aku niat menikah berpasangan karena cinta kepada Allah, dan mendorong untuk memperoleh keturunan demi berlangsungnya kehidupan.
2. Aku niat menikah karena cinta kepada Baginda Rasulullah SAW yang akan bangga nanti di hari kiamat.
3. Aku niat menikah, dan apa yang muncul dari perkataan dan perbuatan mengharap adanya keturunan yang shalih, mendapat pertolongan jika meninggal dalam keadaan usia belum baligh
4. Aku niat menikah untuk menjaga diri dari syahwat syaitan, serta untuk menghilangkan bahaya hawa nafsu, menundukan pandangan, dan menyedikitkan was-was.
5. Aku niat menikah untuk menjaga farji (kemaluan) dari tindakan amoral dan liar.
6. Aku niat menikah untuk menenangkan jiwa bersenang -senang dan bersenda gurau bersama istri, menguatkan ibadah.
7. Aku niat menikah untuk menyiapkan diri mengatur dan mengurusi rumah tangga, dari dapur biar ngepul, menyapu, dan menyiapkan kasur yang bagus, serta membersihkan tempat bekas makan dan minum.
8. Aku niat menikah untuk mengekang hawa nafsu, membiasakan mengurusi tanggungannya dan bersabar atas sifat dan bawaan istri, menanggung rasa perih darinya, berusaha memperbaiki dirinya, mengarahkannya ke jalan kebaikan, dan berjuang dalam mencari rezeki yang halal, memerintahkannya untuk mendidik anak anak, dengan mencari perlindungan kepada Allah atasnya, mencari petunjuk, serta berserah diri kepada Allah dalam kesemuanya itu.
9. Aku niatkan karena Allah SWT.
10. Aku niat menikah seperti apa yang diniatkan oleh orang-orang shaleh, dan Ulama yang mengamalkan ilmunya.
*Al-Habib Muhammad bin Alwi Alaydrus (Guru Al-Habib Umar bin Hafidz)*
🔊PETUAH ULAMA
🤲🏻🕌 *4 HAL YANG HENDAKNYA ANDA RUTINKAN PERMOHONANNYA KEPADA ALLAH TA'ALA*
🔊 Berkata Al Allamah Abdurrohman As-Sa'di rahimahulloh ta'ala:
☝🏻 Semestinya seorang hamba terus-menerus meminta kepada Rabb-nya untuk :
1️⃣ Memperkokoh keimanannya
2️⃣ Memperbaiki akhir kehidupannya
3️⃣ Menjadikan hari terbaiknya sebagai harinya yang terakhir
4️⃣ Dan meminta agar menjadikan amalan terbaiknya sebagai penutupnya.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
📕 Sumber:
Taisir al Latiif al Mannaan 1/286
--------------------------
🏻 قال العلامة عبد الرحمٰن السعدي رحمه الله تعالى :
ينبغي للـعبد أن يلـحّ دائمًـا على ربّه في :
☜ تثبيـت إيمـانه ،
☜ وأن يحـسن له الخاتمة
☜ وأن يجعـل خير أيامـه آخرها ،
☜ وخير أعمالـه خواتمها ،
فإن الله كريم جواد رحيم .
📕[ تيسير اللطيف المنان (٢٨٦/١) ]
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
"AKU BUTUH TEMAN YANG BERANI MENASIHATIKU"
Aku butuh teman yang mampu membuatku tertampar agar aku sadar.
Tak kan aku risau betapa sakitnya namun akan kutanya apa sebabnya agar aku mampu memperbaikinya.
Aku butuh teman yang berani merobek zona nyamanku, ketika zona itu tak aman.
Yang nyaman belum tentu aman.
Tak kan aku gusar karena merasa tersindir namun aku akan berfikir.
Aku butuh teman yang mampu mengoyak kerasnya hatiku.
Takkan aku mengeluh dalam pesakitan namun akan kuyakinkan hati bahwa luka itu akan kering.
Aku butuh teman yang gagah mengusik kebiasaanku, jika itu melalaikan.
Tak akan aku marah, karena aku memang payah, namun akan kuubah, usikanmu sebagai bahan muhasabah.
Aku butuh teman yang tegas mengatakan kepadaku
Itu salah! Itu keliru! Jika memang apa yang kulakukan tak sesuai denga neraca Allah dan RasulNya.
Karena temanku, adalah cerminan Agamaku.
Jangan selalu kau membenarkanku, jika nyatanya aku salah, karena itu justru akan menenggelamkanku.
Jangan kau lemah ketika menghadapiku dalam khilafku karena justru itu yang akan membunuhku.
Beranilah menasehatiku.
Karena hanya orang yang berani menasehatikulah, orang yang sejatinya mengistimewakanku
Allaahul Musta'an
Assamualaikum ..
gak baca nyesel ..
Inshaa Allah .. :) :) :)
kutipan buku ^Tausiyah Islam^
**Spesial Malam Minggu**
Kisah seorang pemuda yang meminta izin berzina kepada Rasulullah
Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”
Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah.”
Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” sahut pemuda itu.
“Begitu p**a orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai.”
Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” pemuda itu kembali menjawab.
“Begitu p**a orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai.”
“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”
“Begitu p**a orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai.”
“Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”
“Begitu p**a orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”
“Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”
“Begitu p**a orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”
Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina.
(Lihat hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih )
Hadits-Hadits Keutamaan Senyum
1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).
*'*Sekuntum Mawar Untuk Ibu*'*
Seorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.
Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.
Ketika selesai dan hendak p**ang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis itu p**ang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantar saya ketempat ibuku?
Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum.
Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Bergegas ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimanya.
Ia mengambil karangan bunga yang telah dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju kerumah ibunya.
Hakikat Cinta
"*K.H. Abdullah Gymnastiar*"
Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.
Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
"Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.
Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan. Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.
"KISAH RASULULLOH SAW TETAP TERSENYUM DEMI MENYENANGKAN HATI ORANG LAIN"
جاء الى رسول الله صلى الله عليه واله وسلم رجل فقير من أهل القرية، بقدحٍ مملوءةً عنباً يُهديه له
Datang seorang lelaki miskin dari desa kepada Rasululloh SAW membawa semangkuk penuh buah anggur yang hendak dihadiahkan kepada beliau.
فأخذ رسول الله القدح، وبدأ يأكل العنب
Rasululloh SAW mengambil mangkuk itu dan mulai memakannya.
فأكل الأولى وتبسم
Beliau memakan buah pertama dan "tersenyum".
ثم الثانية وتبسم
Kemudian buah kedua, dan "tersenyum".
والرجل الفقير، يكادُ يطير فرحاً بذلك
Lelaki miskin itu nyaris terbang kegirangan karenanya.
والصحابة ينظرون، وقد اعتادوا أن يشركهم رسول الله في كل شيء يهدى له
Para sahabat melihat hal ini, dan sudah menjadi kebiasaan beliau membagi hadiah yang beliau terima kepada sahabat²nya.
ورسول الله يأكل عنبة عنبة ...ويتبسم
Dan Rasululloh SAW terus memakan sebutir demi sebutir seraya tetap "tersenyum".
حتى أنهى بأبي هو وأمي القدح
Hingga, demi ayah dan ibuku, mangkuk itu kosong.
والصحابة متعجبون
Sahabatpun heran.
ففرح الفقير فرحاً شديداً، وذهب
Giranglah si miskin itu sejadi-jadinya dan pergi.
فسأله أحد الصحابة، يارسول الله، لما لم تُشركنا معك ؟
Maka salah seorang sahabat bertanya:
"Yaa Rasululloh mengapa engkau tidak mengajak kami (menyantap anggur) itu bersamamu?"
فتبسم رسول الله صلى الله عليه واله وسلم وقال
Maka Rasululloh SAW "tersenyum" dan berkata:
قد رأيتم فرحته بهذا القدح
Tidakkah kalian lihat betapa bahagia ia dengan mangkuk (anggur) itu?
وإني عندما تذوقته ...وجدته حامض
(Ketahuilah) ketika aku memakannya, anggur itu terasa asam.
فخشيتُ إن أشركتكم معي،
أن يُظهر أحدكم شيء يفسد على ذاك الرجل فرحته ُ
Maka aku kuatir bila aku membaginya kepada kalian,
maka kalian akan menampakkan reaksi sesuatu yang akan merusak kebahagiaannya.
(وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظيم)
“Dan sesungguhnya, engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung.”
(QS Al Qalam, 4)
_______
Betapa indahnya akhlaq Rasululloh SAW.
Segala Puji Bagi-Mu Yaa Rob.
*Belajar dari :*
*S. E. P. A.T. U*
*( Sejalan Sampai Tua )*.
1. Bentuknya tidak
persis sama,
namun serasi...
2. Saat berjalan tak
pernah kompak,
tapi tujuan'nya
sama...
3. Tak pernah ganti
posisi,
namun saling
melengkapi...
4. Tidak pernah ganti
pasangan
walau sudah usang
dan karena
dimakan usia...
5. Sederajat, namun
tidak ada yang
merasa lebih tinggi
atau lebih rendah...
6. Bila yang satu
hilang, yang lain
tidak memiliki arti...
7. Tidak pernah saling
injak ataupun saling
tendang...
8. Walau tidak pernah
jalan bergandengan
s'lalu yang 1 depan,
yang lain di belakang,
tapi juga tidak akan
pernah tinggalkan 1
sama yang lain..
*SEPATU = Sejalan Sampai Tua*
Sepasang SEPATU bisa menjadi contoh terbaik bagi Arti sebuah Kebersamaan dan Persaudaraan...
*Salam Persahabatan*
Sejenak Siang
*DUA SHOLAT YANG BERAT*
Dua shalat yang memiliki keutamaan yang besar adalah shalat Shubuh dan Shalat Isya.Dua shalat inilah yang terasa berat bagi orang-orang munafik.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shala Isya’ dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.”
(HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.”
(HR. Bukhari no. 657).
Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta'aala,
“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas”
(QS. At Taubah: 54).
Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur.
Semoga kita bisa istiqomah sholat wajid dan sholat sunnah.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami)
Aamiin Yaa Robb
LenteraMuslim
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Opening Hours
| Saturday | 9am - 5pm |
| Sunday | 9am - 5pm |