Aether
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Aether, Public Figure, Jalan Otto Iskandar Dinata, Sukabumi.
04/12/2024
Apa sejarah terkelam yang pernah terjadi di Indonesia?
Peristiwa Mangkuk Merah 1967
Pada bulan September hingga Desember tahun 1967, telah terjadi pengusiran dan pembantaian massal bagi warga keturunan Tionghoa yang ada di Kalimantan. Ribuan orang keturunan Tionghoa di Kalimantan tewas dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi ke tempat lain, mereka yang mengungsi itu pun tak jarang harus kehilangan nyawanya.
Nama "Mangkuk Merah" sendiri diambil dari sebuah tradisi dalam suku Dayak. Dalam tradisi suku Dayak, Mangkuk Merah merupakan sebuah ritual menggunakan mangkuk merah untuk meminjam kekuatan magis dari roh para dewa dan roh para leluhur. Setelah melakukan ritual itu, konon masyarakat Dayak akan kebal terhadap senjata dan dapat menahan rasa lapar selama satu bulan. Selain itu, masyarakat Dayak juga percaya bahwa roh para dewa dan roh para leluhur tersebut bisa terlibat dalam suatu peperangan.
Mangkuk merah digunakan sebagai media yang menyatukan Suku Dayak pada saat terancam. Panglima suku biasanya akan mengeluarkan mangkuk merah yang di dalamnya berisi arang, daun juang, bulu ayam, dan darah babi. Mangkuk merah tersebut lalu diedarkan dari satu kampung ke kampung lain secara cepat. Secara sederhana, mangkuk merah digunakan sebagai alat untuk memanggil orang-orang. Ketika terdapat orang yang membawanya dari satu suku ke suku yang lain, itu artinya adalah "datanglah dan bantu kami".
Sumber:
Christiawan, Rio.(2022, Februari 2).
Mangkuk Merah, Rohana, dan Imlek.
Diakses pada 17 September 2024 dari Mangkuk Merah, Rohana, dan Imlek
Kusumo, Rizky. (2022, November 24). Ritual Mangkuk Merah: Panggilan Perang Maut Masyarakat Dayak. Diakses pada 17 September 2024 dari Ritual Mangkuk Merah: Panggilan Perang Maut Masyarakat Dayak
Raditya, Iswara N. (2018, Februari 19). Tragedi Berdarah Pembanta Mangkuk Merah. Diakses pada 17 September 2024 dari Tragedi Berdarah Pembanta Mangkuk Merah
Catatan Kaki
[1] Tragedi Berdarah Pembantaian Mangkuk Merah
[2]https://aksikata.com/2021/08/29/kisah-mangkok-merah-dalam-tradisi-suku-dayak/
[3]https://belajar-dari-indonesia-dan-dunia.quora.com/Peristiwa-rangakaian-Konfrontasi-Indonesia-Malaysia-https-id-quora-com-Apa-sejarah-terkelam-yang-pernah-terjadi-di-I?ch=10&oid=187309039&share=da967188&srid=uUBYjL&target_type=post
Halo semuanya! đ Anda bisa mendukung saya dengan mengirim Bintang, itu membantu saya mendapatkan uang untuk terus membuat konten yang Anda sukai.
Setiap kali Anda melihat Stars, Anda bisa mengirimi saya Stars!
Mohon bantuannya ya đââïž
24/11/2024
CARA TERLICIK MENDAPATKAN KEKAYAAN
Pada tahun 1950-an hingga pertengahan 1960-an, kakak beradik asal Meksiko merancang rencana licik dan keji agar cepat kaya.
Delfina dan MarĂa de JesĂșs GonzĂĄlez (juga dikenal sebagai The GonzĂĄlez Sisters) mengoperasikan "Rancho El Ăngel", sebuah pusat prostitusi yang merenggut lebih dari 90 nyawa: pria, wanita, bahkan bayi. Semua itu hanya demi uang.
Pada tahun 1964, tiga wanita berhasil melarikan diri dari pusat prostitusi tersebut dan menceritakan kisah mengerikan mereka kepada polisi. Mereka baru saja berhasil melarikan diri dari rumah bordil di mana mereka ditawan dan dipaksa menjadi pelacur.
Ketika polisi menyelidiki rumah bordil tersebut, mereka sangat terkejut. Semua wanita yang bekerja sebagai pelacur itu ternyata korban penculikan. Agar mereka tetap patuh, para korban ini dianiaya dengan kejam dan seringkali diberi obat-obatan untuk mengendalikan mereka.
Setiap wanita yang sudah kehilangan kecantikannya langsung dibunuh dan mayatnya dibuang di kuburan dekat rumah bordil tersebut. Pelaku tidak ingin merawat wanita yang sakit; pelaku lebih memilih menculik lebih banyak wanita daripada harus mengobati wanita yang sakit. Bagi pelaku, lebih mudah mencari korban baru dibanding mengobati wanita yang sakit.
Namun, tidak hanya pekerja seks yang menjadi korban. Bayi-bayi tak berdosa yang terlahir di tempat mengerikan ini langsung dibuang dengan cara yang keji. Para korban diikat dan disiksa secara brutal hingga keguguran.
Setelah penyelidikan selesai, polisi menemukan lebih dari 90 mayat yang terkubur di dekat rumah bordil tersebut.
Kejahatan ini membuat kakak beradik tersebut dihukum penjara selama 40 tahun (hukuman maksimum yang diizinkan oleh hukum Meksiko). Meskipun Delfina meninggal saat menjalani hukuman, saudari perempuannya menjalani hukumannya sampai selesai.
Guinness World Records mengabadikan mereka sebagai "pasangan pembunuhan paling produktif" dalam sejarah.
Menurut pendapat saya, itu adalah cara yang paling jahat dan licik untuk mendapatkan kekayaan.
Sumber Gambar: Wikimedia Commons
Most prolific murder partnership
The sisters Delfina and MarĂa de JesĂșs GonzĂĄles, of Mexico, abducted girls to work in brothels and are known to have murdered at least 90 of their victims. The sisters were sentenced to 40 years imprisonment in 1964
http://www.guinnessworldrecords.com/world-records/most-prolific-murder-partnership
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the public figure
Website
Address
Sukabumi
02/12/2024