Kabar Patimu
Berita terpercaya mencerahkan dan berkemajuan
21/12/2025
20/12/2025
@ Informasi lowongan Guru
📚📡
———————-
PENGUMUMAN REKRUTMEN GURU SD Muhammadiyah Juwana.
┗━━━━━━━━━━📡✏┛
﷽
SD Muhammadiyah Juwana membuka kesempatan untuk ta'awun (bekerja sama), dalam bidang pendidikan.
✅ Persyaratan:
1. WNI muslim.
2. usia maksimal 30 tahun
3. Mampu membaca Al-Qur'an
4. Taat beribadah & Tidak merokok
5. Sehat jasmani dan rohani
6. Siap bekerja Full Day
📑 Berkas Lamaran:
1. Surat lamaran kerja.
2. Daftar riwayat hidup/CV.
3. Fotokopi KTP yang masih berlaku.
4. Fotokopi ijazah terakhir yang dilegalisir.
5. Pasfoto berwarna ukuran 4x6, 2 lembar.
6. Sertifikat keahlian, sebagai pendukung (apabila memiliki).
7. Mencantumkan nomor kontak pribadi yang paling mudah dan cepat untuk dihubungi.
📬 Pengiriman berkas lamaran ditujukan:
Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati.
Masjid Moch Dahlan-Jl Susanto no.27 Kaborongan Pati
Kec.Pati Kab.Pati 59111
💾 Berkas lamaran dikirimkan paling lambat ;
3 Januari 2026
✏️ Posisi yang dibutuhkan dan kualifikasi pendidikan:
🪶 Guru
Kualifikasi Pendidikan: S1 PGSD, S1 PAI/OR
📱Informasi dan konfirmasi:
SD Muhammadiyah Juwana (MUHANA)
HP. 081229653118
•┈┈••••○○✅✅✅○○••••┈┈•
©️ Mohon bisa dishare di grup yang Anda miliki, siapa tahu ada saudara-saudara kita yang membutuhkan informasi ini.
Info leter S arah colo
09/12/2025
Begini Dampak Sawit Jika Menggantikan Hutan.
Belakangan muncul pandangan bahwa menebang hutan lalu mengantinya dengan perkebunan kelapa sawit dianggap “tidak masalah” karena sama-sama menanam pohon dan sama-sama menyerap karbon dioksida. Sekilas terdengar logis pohon tetap pohon. Namun secara ilmiah, pandangan ini keliru.
Kelapa sawit memang menyerap CO2, tetapi fungsi ekologisnya tidak setara dengan hutan tropis. Hutan memiliki kemampuan unik dalam menyimpan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, menahan tanah, hingga mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor.
Perdebatan mengenai fungsi ekologis perkebunan kelapa sawit dibandingkan hutan tropis kembali memanas. Belakangan muncul pandangan populer yang menganggap bahwa praktik menebang hutan alam kemudian menggantinya dengan perkebunan kelapa sawit adalah "tidak masalah." Argumentasi yang sering diangkat adalah karena kedua vegetasi tersebut sama-sama menanam pohon dan sama-sama memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida ($CO_2$). Sekilas, pandangan ini terdengar logis—pohon tetaplah pohon. Namun, secara ilmiah dan ekologis, pandangan simplistik ini terbukti keliru dan menyimpan dampak buruk yang masif dalam jangka panjang.
Kelapa sawit memang merupakan tanaman yang efisien dalam menyerap $CO_2$ dan menghasilkan oksigen. Namun, perbandingan fungsi ekologis antara hutan tropis dan monokultur kelapa sawit adalah perbandingan antara sebuah ekosistem kompleks dengan sebuah pabrik hijau sederhana.
Perbedaan ini terletak pada tiga aspek krusial kapasitas penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, dan fungsi hidrologis-geologis.
- Kapasitas Penyimpanan Karbon, Pohon Sawit Bukan Penyimpan Abadi
Meskipun pohon sawit menyerap $CO_2$ saat bertumbuh, hutan tropis jauh lebih unggul dalam hal penyimpanan karbon (carbon stock). Hutan tropis adalah penyimpan karbon terbesar di bumi, dengan karbon yang tersimpan tidak hanya di batang dan daun, tetapi juga di biomassa bawah tanah, akar, dan lapisan humus tanah yang tebal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hutan tropis dapat menyimpan karbon empat hingga enam kali lebih banyak per hektar dibandingkan perkebunan kelapa sawit. Ketika hutan ditebang, terutama di kawasan gambut, sebagian besar karbon yang telah tersimpan selama ribuan tahun dilepaskan kembali ke atmosfer sebagai $CO_2$ (deforestasi dan drainase lahan gambut). Emisi karbon dari proses pembukaan lahan ini, seringkali melalui pembakaran, jauh melampaui karbon yang dapat diserap kembali oleh tanaman sawit yang baru ditanam selama siklus hidupnya (sekitar 25 tahun). Artinya, penggantian hutan dengan sawit menciptakan defisit karbon bersih yang sangat besar, berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global.
- Bencana Keanekaragaman Hayati, Dari Kota Megah Menjadi Ruang Tunggu
Perbedaan paling mencolok antara hutan dan kebun sawit adalah dalam hal keanekaragaman hayati (biodiversity). Hutan tropis merupakan rumah bagi lebih dari separuh spesies tumbuhan dan hewan di dunia—ia adalah "kota megah" ekosistem. Hutan menyediakan berbagai tingkat kanopi, lapisan tajuk, dan ekosistem mikro yang dibutuhkan berbagai satwa liar, mulai dari orangutan, harimau, hingga jutaan spesies serangga. Sebaliknya, perkebunan kelapa sawit adalah sistem monokultur (menanam satu jenis tanaman). Lingkungan di bawah pohon sawit sangat seragam, minim sumber makanan, dan tidak menyediakan perlindungan memadai. Ketika hutan dialihfungsikan, ratusan bahkan ribuan spesies lokal kehilangan habitat mereka secara permanen dan terancam punah. Meski kebun sawit sesekali menjadi koridor atau tempat singgah bagi beberapa satwa, ia hanyalah "ruang tunggu" yang minim fungsi ekologis, tidak mampu menopang kehidupan spesies hutan dalam jangka panjang. Hutan menawarkan stabilitas dan kompleksitas; kebun sawit menawarkan keseragaman dan kerapuhan.
- Fungsi Hidrologis dan Geologis, Sawit Rentan Bencana, Fungsi vital hutan yang sering diabaikan adalah perannya dalam siklus air dan pencegahan bencana. Hutan tropis, dengan sistem perakaran yang kompleks dan lapisan serasah yang tebal, bertindak sebagai spons raksasa. Mereka menyerap air hujan, menahannya, dan melepaskannya perlahan, memastikan pasokan air bersih dan mencegah erosi. Sebaliknya, monokultur kelapa sawit memiliki sistem perakaran yang lebih dangkal dan seragam. Ketika hujan deras, air tidak terserap maksimal. Akibatnya, permukaan tanah menjadi rentan terhadap erosi dan volume air yang mengalir ke hilir meningkat tajam, memicu banjir bandang dan longsor. Selain itu, hutan berperan penting dalam memproduksi uap air dan menjaga kelembaban regional, yang sangat penting bagi iklim mikro lokal. Penggantian hutan dengan sawit dapat mengubah pola curah hujan dan mempercepat kekeringan di musim kemarau.
Pandangan bahwa mengganti hutan dengan kelapa sawit "tidak masalah" adalah ilusi yang merugikan. Secara sederhana: pohon sawit tidak sama dengan hutan.
Hutan adalah ekosistem yang kompleks, bernilai tak terhingga, yang menyediakan jasa lingkungan vital—pengendali iklim global, penjaga keanekaragaman hayati, dan pengatur siklus air. Sementara kelapa sawit adalah komoditas pertanian dengan fokus tunggal pada produksi minyak.
Oleh karena itu, kebijakan yang bertanggung jawab harus mengedepankan konservasi hutan alam secara mutlak dan mendorong pengembangan sawit hanya pada lahan terdegradasi yang sudah tidak memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Menyelamatkan hutan adalah investasi jangka panjang untuk stabilitas iklim dan kehidupan.
07/12/2025
Semangat kemanusiaan membara di tengah keramaian pagi Kota Pati. Pada Ahad, 7 Desember 2025, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pati dan Astuti Foundation bergerak cepat merespons krisis bencana yang kini melanda wilayah Sumatera. Aksi penggalangan dana darurat dilaksanakan di Alun-alun Pati, memanfaatkan momentum kegiatan Car Free Day (CFD) yang padat pengunjung sejak pukul 06.00 WIB.
Gerakan kemanusiaan ini muncul sebagai respons cepat terhadap situasi krisis yang terus memburuk di wilayah terdampak. Bencana di Sumatera dilaporkan telah menimbulkan dampak signifikan, mendorong Lazismu Pati untuk segera menggerakkan solidaritas lokal.
Aksi yang dipusatkan di jantung kota Pati ini langsung menarik perhatian warga yang sedang berolahraga dan menikmati akhir pekan. Kotak-kotak donasi dibuka, disertai sosialisasi singkat mengenai kondisi darurat yang dihadapi oleh saudara sebangsa di Sumatera.
“Kegiatan bersama yang dilakukan Lazismu ini adalah momentum penting. Ini untuk membuktikan besarnya solidaritas publik Pati terhadap saudara mereka yang terdampak bencana langsung di Sumatera. Kami melihat antusiasme warga sejak pagi, menandakan hati masyarakat Pati sangat tersentuh,”.
Donasi dari warga mulai berdatangan sesaat setelah informasi mengenai kondisi darurat di Sumatera disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan pengumuman komunitas lokal.
“Seluruh pihak telah bergerak cepat karena kami tidak ingin membiarkan penyintas menghadapi kekurangan logistik secara berkepanjangan. Bantuan secepatnya harus sampai. Inilah wajah kepedulian sejati dari masyarakat Pati,”.
“Kami sangat mengapresiasi kecepatan Lazismu Pati dalam merespons bencana ini. Kolaborasi lintas lembaga seperti inilah yang memperkuat jangkauan bantuan. Donasi ini kami buka hingga besok, Senin (8/12/2025), dan dapat disalurkan dalam berbagai bentuk, baik uang tunai maupun logistik, sesuai kemampuan masyarakat Pati yang berpartisipasi,”.
“Sinergi berbagai pihak, mulai dari Lazismu, Astuti Foundation, hingga media lokal, mampu mempercepat distribusi bantuan. Tujuannya jelas: agar kebutuhan penyintas terpenuhi sebelum situasi darurat semakin memburuk,”.
Gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Lazismu Pati ini membuktikan bahwa masyarakat Pati memiliki daya gerak cepat dan mampu memberikan bantuan yang mungkin belum sepenuhnya tertangani oleh pemerintah setempat saat ini.
Inisiatif kolektif tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan saat ini, tetapi juga diharapkan dapat menguatkan pemulihan penyintas di masa mendatang. Penggalangan dana ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan dukungan kemanusiaan menuju fase rehabilitasi menyeluruh di Sumatera nantinya.
Aksi di Alun-alun Pati ini menjadi saksi bahwa jarak yang terpisah antar pulau tidak menyurutkan semangat persaudaraan dan gotong royong. Setiap rupiah yang terkumpul di tengah kesibukan Car Free Day hari ini adalah harapan bagi penyintas di Sumatera, membuktikan bahwa solidaritas Indonesia Raya tetap kokoh dalam menghadapi cobaan.
07/12/2025
Komunitas otomotif dan dakwah di Kabupaten Pati kini memiliki kekuatan baru. Pada Sabtu malam hingga Ahad pagi, 6-7 Desember 2025, suasana keakraban dan semangat Persyarikatan menyelimuti acara pengukuhan resmi Bikersmu Chapter Pati. Kegiatan bersejarah ini mengukuhkan mereka sebagai sayap internal gerakan pemuda dan dakwah Muhammadiyah, dengan tiga pilar utama: Solidaritas, Semangat Dakwah, dan Ngopidialisme.
Acara pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan deklarasi komitmen para bikers Muhammadiyah untuk membawa akhlakul karimah di setiap perjalanan mereka, menjangkau masyarakat melalui hobi dan gaya hidup yang positif.
Rangkaian acara diawali pada Sabtu malam (6/12/2025) dengan sesi santai bertajuk "Ngopidialisme". Istilah unik ini merangkum semangat silaturahmi, diskusi ringan, dan membangun kebersamaan yang hangat sambil menikmati kopi.
“Ngopidialisme adalah filosofi kami. Diskusi santai, ide-ide segar, dan penguatan persaudaraan terjadi di sini. Kami ingin menunjukkan bahwa dakwah itu luwes, bisa dimulai dari meja kopi, dari diskusi ringan antar-sahabat,” ujar salah satu panitia.
Sesi Ngopidialisme sukses menciptakan suasana yang akrab, memecah sekat formalitas, dan memperkuat ikatan emosional antar anggota Bikersmu Chapter Pati dengan para tamu undangan. Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki puncak acara.
Puncak acara pengukuhan dilaksanakan pada Ahad pagi. Prosesi yang penuh khidmat ini menandai resminya Bikersmu Chapter Pati sebagai bagian integral dari Muhammadiyah di Kabupaten Pati.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Muhammad Ghufron, S.Kom., yang hadir sebagai Divisi Touring dari Pimpinan Pusat (PP) Bikersmu. Dalam sambutannya, Muhammad Ghufron menyampaikan harapan besar Persyarikatan terhadap chapter baru ini.
“Bikersmu hadir untuk menjembatani hobi otomotif dengan nilai-nilai dakwah. Kalian adalah duta Persyarikatan di jalanan. Harapan kami, Bikersmu Pati harus menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, tidak hanya disiplin berlalu lintas, tetapi juga disiplin waktu salat, disiplin berorganisasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam segala aspek," tegas Ghufron.
Kehadiran perwakilan dari Bikersmu Chapter Rembang dan Bikersmu Chapter Demak turut memeriahkan suasana, mempererat tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) antar bikers Muhammadiyah di sepanjang kawasan pantura. Solidaritas antar-chapter ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan dakwah melalui hobi ini telah meluas dan menguat.
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Ahad Pagi yang menjadi santapan rohani bagi seluruh anggota dan tamu. Tausiyah inspiratif disampaikan oleh Ustadz Muhammad Luqman, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati.
Ustadz Luqman memberikan pesan yang mendalam dan tajam, berfokus pada tanggung jawab besar yang kini diemban oleh anggota Bikersmu Chapter Pati.
“Di manapun kalian mengendarai motor, di manapun Bikersmu berada, kalian harus senantiasa membawa nama Persyarikatan Muhammadiyah dengan baik. Jangan sampai ada stigma negatif terhadap bikers yang membawa bendera dakwah," ujar Ustadz Luqman.
Beliau menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam etika berkendara. "Tunjukkan bahwa semangat ber-Muhammadiyah itu melekat dalam perilaku sehari-hari. Dahulukan keselamatan, patuhi rambu, dan jadilah penolong di jalan. Ketika masyarakat melihat bikers yang ramah, santun, dan disiplin, maka mereka akan melihat Muhammadiyah sebagai gerakan yang nyata dan positif. Jadilah teladan di jalan, tunjukkan akhlakul karimah yang menjadi ciri khas gerakan kita,” pesan beliau yang disambut tepuk tangan.
Sebagai penutup yang menyegarkan, seluruh anggota Bikersmu Chapter Pati, bersama tamu dari Rembang dan Demak, melanjutkan rangkaian kegiatan dengan Touring Dakwah. Rute yang dipilih kali ini adalah destinasi alam lokal, yaitu Wisata Pocodan Gembong.
Touring ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi dan menikmati keindahan alam Pati, tetapi juga menjadi simbol dimulainya kegiatan operasional Bikersmu Chapter Pati yang mengombinasikan hobi otomotif dengan semangat persyarikatan. Touring berjalan lancar dengan memprioritaskan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, sesuai pesan yang disampaikan.
Keberhasilan acara pengukuhan ini tak lepas dari soliditas gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Pati. Kegiatan ini didukung penuh oleh berbagai pihak, menunjukkan sinergi yang kuat antara Ortom (Organisasi Otonom) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Dukungan khusus diberikan oleh PDM Pati, PDPM Pati (Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pati), Lazismu Pati, RS Fastabiq Pati, Kaffah Muslim Store, Optik Hafara, BMT Fastabiq, serta seluruh Ortom Muhammadiyah Pati lainnya. Soliditas ini memastikan bahwa gerakan dakwah Bikersmu memiliki akar yang kuat dalam struktur Persyarikatan.
Dengan dikukuhkannya Bikersmu Chapter Pati, diharapkan semangat ber-Muhammadiyah semakin meluas dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas hobi dan gaya hidup. Bikersmu Pati siap menjadi agent of change di jalanan, membuktikan bahwa motor, kopi, dan dakwah dapat bersinergi dalam bingkai persaudaraan.
Kontributor : Ahmad Faiz S
Editor: Ashif Izul Muna
06/12/2025
Di tengah pesatnya digitalisasi, ancaman kejahatan siber menjadi momok nyata bagi pelaku usaha, terutama UMKM. Menanggapi tantangan kritis ini, Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati sukses menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Digital (Cyber Security) yang berlangsung hangat dan penuh antusias pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Berlokasi di Masjid Moch. Dahlan Pati, pelatihan ini berlangsung efektif dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Acara ini secara ketat membatasi jumlah peserta menjadi 50 owner UMKM terpilih dari berbagai sektor usaha di Kabupaten Pati, memastikan sesi dapat berjalan interaktif dan fokus.
Kegiatan dibuka oleh Dede Hermawan, Ketua Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) yang sekaligus bertindak sebagai MC. Dalam pidato pembukaan, Dede Hermawan menegaskan bahwa keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar bagi setiap pengusaha.
“Saat ini, menjalankan bisnis tanpa benteng siber sama saja membuka pintu lebar-lebar bagi penjahat. Saya tidak main-main, ada kasus di Indonesia yang kerugiannya mencapai angka fantastis, tujuh triliun rupiah akibat penipuan digital. Angka ini harus menjadi wake-up call bagi kita semua. Sekecil apapun usaha kita, data dan aset kita adalah target,” tegas Dede Hermawan, menekankan urgensi pelatihan.
Sebelum memasuki sesi inti, pelatihan ini diwarnai dengan momen formal yang menunjukkan komitmen jangka panjang. Dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SUMU dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Kerja sama ini bertujuan untuk tindak lanjut pendampingan dan pengembangan UMKM di sektor teknologi, manajemen, dan keamanan siber, menjembatani dunia akademik dengan praktisi bisnis.
Pelatihan ini sendiri terselenggara berkat dukungan kolaboratif dari empat pihak utama: Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PP Muhammadiyah, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), serta Takmir Masjid K.H. Moch. Dahlan Pati yang menyediakan fasilitas representatif.
Pengalaman Nyata Para Korban: Jebakan Panik dan Janji Fiktif
Sesi paling menyentuh adalah ketika dua peserta berani berbagi pengalaman pahit mereka sebagai korban penipuan siber. Pengalaman ini menjadi studi kasus yang sangat berharga bagi 48 peserta lainnya.
1. Kasus Mbak Mawa alur mendesak, mengancam Mawa, pengusaha kerupuk mbak dari Tlogowungu, menceritakan bagaimana ia tertipu hingga kehilangan uang lebih dari Rp5 juta. "Penipu itu sangat lihai. Mereka menggunakan alur mendesak dan mengancam untuk segera mengirim pulsa dalam jumlah besar. Kita dibuat panik dan akhirnya menuruti kemauan mereka," cerita Mawa dengan nada penyesalan.
2. Kasus Sukariyanto peserta dari Margoyoso tertipu Order 10 Ton Fiktif Agus Sakurianto menceritakan kronologi penipuan yang berkedok bisnis besar. Ia mendapatkan orderan produk hingga 10 ton. Karena tergiur keuntungan besar, Agus lalai saat mengirim barang sejumlah 10 ton, sebagai biaya administrasi kerugiannya mencapai Rp10 juta. "Ini pelajaran berharga, bahwa transaksi yang terlalu menggiurkan dan terburu-buru, apalagi melibatkan biaya tak terduga di awal, patut dicurigai," kata Agus.
Materi inti disampaikan oleh trainer profesional, Syahrial Aman, S.T., M.T., seorang ahli di bidang teknologi informasi. Syahrial memaparkan strategi pertahanan siber yang wajib dimiliki UMKM, mulai dari password hygiene hingga identifikasi phishing dan social engineering.
Poin krusial yang ditekankan Syahrial adalah tindakan pasca-penipuan. “Jika sudah tertipu, jangan tenggelam dalam penyesalan. Segera ambil tindakan. Kunci pertolongan pertama adalah melaporkan rekening penipu ke basis data nasional,” jelasnya. Syahrial memandu peserta cara menggunakan platform cekrekening.id, sebuah website resmi yang dikelola pemerintah untuk mengumpulkan data rekening penipu.
"Melaporkan di cekrekening.id tidak hanya membantu proses hukum jika Anda melapor ke polisi, tapi juga berfungsi sebagai peringatan dini bagi ribuan masyarakat lain yang mungkin akan ditipu oleh nomor rekening yang sama," tutup Syahrial Aman.
Sebelum di tutup pelatihan, trainer memberikan hadiah tas anyaman produk "Syam's Indonesian Handicraft" kepada peserta.
Pelatihan ini ditutup dengan tekad baru dari para peserta, yang kini dibekali pengetahuan dan alat untuk melindungi aset digital mereka. PDM Pati melalui MEBP berhasil menanamkan kesadaran kritis bahwa di era digital, kewaspadaan adalah modal utama.
01/12/2025
Di tengah semaraknya puncak resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang dipadati ribuan warga di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Ahad (30/11), sebuah stand kecil berhasil mencuri perhatian dan menjadi oase bagi keluarga muda: Pojok Literasi.
Inisiatif cerdas ini diusung oleh Takmir Masjid Moch Dahlan Pati, menegaskan komitmen mereka dalam mewujudkan konsep Masjid Ramah Anak (MRA). Berbeda dengan stand lain yang menyajikan produk, Pojok Literasi menawarkan ruang belajar sambil bermain yang bertujuan menanamkan karakter keimanan sejak usia dini.
Gemiati, selaku Ketua Pojok Literasi, menjelaskan bahwa stand ini merupakan perwujudan kegiatan rutin takmir Masjid Moch Dahlan. "Ketika ada kegiatan pengajian besar seperti Milad ini, kami mengusung Pojok Literasi ke area tersebut. Tujuannya jelas, untuk mengimplementasikan Gerakan Aisyiyah Cinta Anak dan mendukung terwujudnya Masjid Ramah Anak," ujar Gemiati.
Ia memaparkan bahwa kolaborasi ini melibatkan berbagai elemen Persyarikatan, termasuk Nasyiatul Aisyiyah, PDA Majelis PAUD Dasmen, dan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Kabupaten Pati. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan keseriusan dalam mengelola kegiatan yang berbasis pendidikan dan pengembangan karakter.
Konsep utama Pojok Literasi adalah menyediakan area belajar melalui bermain bagi anak-anak yang diajak oleh orang tuanya mengikuti pengajian. Selama orang tua khusyuk mendengarkan tausyiah, anak-anak memiliki ruang aman dan edukatif untuk berkreasi.
Kegiatan yang tersedia sangat beragam dan disesuaikan dengan minat anak, di antaranya:
Membaca buku cerita anak, Menggambar dan mewarnai, Bermain Lego dan Puzzle
"Kami memberi kesempatan penuh kepada anak-anak untuk memilih kegiatan yang diinginkan. Ini adalah bagian dari pengembangan bakat dan fitrah belajar mereka," tambah Gemiati.
Keberadaan Pojok Literasi mendapat apresiasi tinggi dari para pengunjung, terutama orang tua yang hadir membawa anak kecil.
Handa, salah seorang pengunjung, menyampaikan kepuasannya. "Ini sangat bagus. Dengan adanya Pojok Literasi, kami sebagai orang tua dapat lebih fokus mendengarkan pengajian. Anak-anak juga lebih bisa bertahan lama di area ini dan tidak mengganggu jalannya acara. Kami berharap pada setiap kegiatan besar, Pojok Literasi ini diadakan," tuturnya.
Pemandangan di stand tersebut memperlihatkan anak-anak yang tampak menikmati kegiatan, meskipun sesekali berlari-lari kecil, mereka cepat kembali fokus pada puzzle atau buku cerita di tangan mereka. Karya-karya gambar dan mewarnai yang dihasilkan anak-anak juga diapresiasi dengan digantungkan di area stand, menumbuhkan rasa bangga dan pengakuan.
Hal senada diungkapkan oleh Catur Kristiyani. Ia memandang inisiatif ini sebagai cara yang sangat pas, efektif, dan keren untuk menanamkan nilai-nilai cinta membaca dan pengembangan literasi.
"Ini membangkitkan semangat orang tua untuk tidak ragu mengajak anak mencintai masjid sejak dini. Inisiatif ini sudah cukup bagus, mungkin ke depan bisa ditambah kelengkapan bermain yang sesuai dengan tahapan usia anak yang lebih spesifik," sarannya.
Gemiati menjelaskan bahwa Pojok Literasi Masjid Moch Dahlan memiliki misi yang jauh lebih dalam dari sekadar mengisi waktu luang anak.
"Area Pojok Literasi diniatkan untuk mengembangkan fitrah keimanan anak, yaitu fitrah yang dilahirkan untuk mencintai Tuhannya dan membentuk karakter akhlakul karimah (akhlak mulia)," jelasnya.
Menurutnya, pada usia di bawah tujuh tahun, karakter dan keimanan sangat mudah dibangkitkan melalui imajinasi dan abstraksi tentang Allah, Rasul, dan segala kebaikan tentang ciptaan-Nya.
Pojok Literasi berfungsi sebagai jembatan untuk memperkenalkan konsep-konsep spiritual yang besar ini melalui cara yang fun dan mudah dicerna anak.
Dengan membangkitkan kesadaran tentang keteladanan, kisah inspiratif dan kepahlawanan, serta pemahaman bahwa ibadah dan agama adalah manifestasi dari Allah sebagai Rabb (Tuhan).
Melalui proses mencoba dan pembiasaan perilaku beradab dalam interaksi bermain.
Dengan membangkitkan kreativitas melalui aktivitas menggambar, merangkai, dan wawasan yang disajikan dalam buku cerita.
Inisiatif Pojok Literasi Masjid Moch Dahlan Pati ini menjadi bukti nyata bahwa visi "Masjid Makmur, Memakmurkan Kehidupan" tidak hanya mencakup pembangunan fisik atau peningkatan kuantitas ibadah, tetapi juga investasi jangka panjang pada pembentukan karakter generasi penerus umat, memastikan bahwa masjid menjadi tempat yang dicintai, aman, dan mencerahkan bagi setiap anggota keluarga.
Kontribusi : Nutti Wijayanti
Editor : Ashif Izul Muna
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Pati
59111