YPAMJ

YPAMJ

Share

Pelestari Budaya Jawa, Pelatihan Meditasi, Motivasi, Spiritual dan Alternative Health

Photos from YPAMJ's post 08/07/2026

Masih tentang Pengetan Suro 1960 (4 Juli 2026) di Yosowilangon Lumajang.

Photos from YPAMJ's post 08/07/2026

Kenang-kenangan Pengetan Suro 1960 di Padepokan Tirta Amurwabhumi Yosowilangon Lumajang

Photos from YPAMJ's post 08/07/2026

*MONOLOG HARI JADI KE-10*
*YAYASAN PURI ASIH MUSTIKA JAWA (YPAMJ)*

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam rahayu. Rahajeng. Shalom. Om Swastyastu. Namo Buddhaya. Salam kebajikan. Berkah Delam Gusti 🙏

Hari ini, 8 Juli 2026, adalah hari yang istimewa. Hari ketika Yayasan Puri Asih Mustika Jawa genap menapaki usia satu dasawarsa. Sepuluh tahun bukanlah sekadar hitungan waktu, melainkan jejak perjuangan, pengabdian, air mata, doa, persaudaraan, serta keyakinan bahwa budaya leluhur adalah cahaya yang patut dijaga dan diwariskan.

Atas nama pribadi, sebagai pinisepuh sekaligus pendiri Yayasan Puri Asih Mustika Jawa, saya menghaturkan sembah nuwun yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga besar YPAMJ.

Terima kasih kepada seluruh siswa Jendra, para simpatisan, para sahabat, dan seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama, menjaga nyala semangat agar tidak pernah padam.

Rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para penggagas lahirnya yayasan ini, Romo Kristanto Puji Sutrisno, Benedictus Boli Ujan beserta Ibu Elizabeth Padmi Andani, serta pendamping hidup saya tercinta, Endah Pirenaningdyah, yang dengan kesabaran, ketulusan, dan doa telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang ini.

Penghargaan yang sama saya persembahkan kepada para pengurus yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya.

Kepada kepengurusan perdana, Saudara Bagus Wijaya selaku Ketua, Saudara Eko Teguh Santana selaku Sekretaris, dan Saudara Iwan Sugiarista selaku Bendahara.

Serta kepada kepengurusan periode kedua, Saudara Dodiek Dwi Cahyono, S.E. selaku Ketua, Saudara Fathoni Wahyudi, S.Kom. selaku Sekretaris, dan Saudara Eko Devi Rudianto, S.AP. selaku Bendahara.

Panjenengan semua telah menorehkan jejak pengabdian yang akan selalu menjadi bagian dari sejarah YPAMJ.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh mitra seperjuangan yang selama ini membangun sinergi kebudayaan bersama kami, yaitu Dewan Kesenian Jember (DKJ), SRAWUNG SASTRA, BALE RW, HASTARINI, RRI, NARA GARDEN, TIRTA AMURWABHUMI, PERSADA, ILMU SEJATI, MATRA, UMAH WETAN, REK, VILLA CAFE KOPI REMBANGAN, VILLA KUNING REMBANGAN, HOTEL REMBANGAN, UNEJ, POLTEK JEMBER, UINHAS, UNIPAR dan SIJ.

Tak lupa juga saya sampaikan trinakasih kepada Raden Deddy Endarto Wilwatikta , pak Basis Wanto , DR Eko Suwargono, DR Ikwan Setiawan yang terus memotivasi kami dengan segala bentuk supotnya. Mas Wisnu, Cak Sid, Mas Anto Kopi Senget, Gus Oong, Gus Baikun, Gus Saif, RAPI dan ORARI Jember.

Semoga tali persaudaraan ini terus bertumbuh menjadi kekuatan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

Sepuluh tahun adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih banyak ilmu yang harus digali. Masih banyak generasi muda yang perlu diajak mencintai akar budayanya sendiri.

Harapan saya sederhana, namun besar maknanya.

Semoga Yayasan Puri Asih Mustika Jawa tetap menjadi rumah bagi siapa pun yang ingin belajar dengan rendah hati.

Menjadi ruang bertemunya ilmu, budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan.

Menjadi pelita yang menerangi tanpa membakar.

Menjadi pohon yang menaungi tanpa memilih siapa yang berteduh.

Dan menjadi jembatan yang menghubungkan warisan leluhur dengan masa depan Indonesia.

Mari kita rawat yayasan ini bukan karena nama, bukan karena jabatan, melainkan karena panggilan pengabdian.

Sebab organisasi dapat berdiri karena anggaran dasar, tetapi hanya akan bertahan karena kejujuran, persaudaraan, dan ketulusan hati para anggotanya.

Akhirnya, marilah kita menengadahkan hati.

Ya Gusti Ingkang Maha Asih...

Anugerahilah Yayasan Puri Asih Mustika Jawa dengan kebijaksanaan dalam setiap langkahnya.

Satukan hati seluruh keluarga besarnya dalam semangat gotong royong dan welas asih.

Jauhkan kami dari perpecahan, kesombongan, dan kepentingan pribadi yang dapat merusak cita-cita luhur yang telah dirintis bersama.

Limpahkan kesehatan, keselamatan, umur panjang, rezeki yang berkah, dan kekuatan lahir batin kepada seluruh pengurus, para guru, siswa Jendra, simpatisan, serta seluruh sahabat perjuangan kami.

Semoga setiap langkah pengabdian menjadi laku yang berbuah kemanfaatan bagi sesama.

Mugi YPAMJ tansah pinaringan rahayu, kawilujengan, katentreman, kamulyan, saha tansah pinayungan dening Gusti Kang Murbeng Dumadi.

Sugeng Ambal Warsa kaping sedasa, Yayasan Puri Asih Mustika Jawa.

Mari kita terus berjalan bersama.

Merawat budaya.

Menjaga martabat.

Menghidupkan nilai-nilai luhur Nusantara.

Rahayu... Rahayu... Rahayu...🙏🙏

Kunjungi TikTok untuk menemukan video! 25/05/2026

Mider Jagad YPAMJ acara Mubeng Benteng ala kraton Jogjakarta. Senin malam, 15 Juni 2026 jam 22.00 sampai selesai

Kunjungi TikTok untuk menemukan video! Tonton, ikuti, dan temukan lebih banyak konten yang sedang trending.

Photos from YPAMJ's post 08/04/2026

Mumpung momentum ulang tahun mas Yayan. Nitip foto-foto lama perjalanan mas Yayan bersama YPAMJ di sini.

08/04/2026

UCAPAN ULANG TAHUN UNTUK MAS YAYAN

Sugeng Tanggap Warsa, Mas Yayan @⁨Yayan YPAMJ⁩

Di hari yang penuh berkah ini, segenap keluarga besar YPAMJ ingin menghaturkan selamat ulang tahun yang paling hangat.

Meskipun saat ini kesibukan membuat langkah Mas Yayan tidak sesering dulu di dalam aktivitas harian yayasan, namun bagi kami, *kontribusi, pemikiran, dan perhatian* yang pernah serta tetap Mas Yayan berikan adalah pondasi yang tak ternilai harganya.

Pengabdian Mas Yayan telah menjadi bagian dari nafas perjalanan organisasi ini.

Kami mendoakan agar di usia yang baru ini, Mas Yayan senantiasa:

PINARINGAN BERKAH KAWILUJENGAN (Diberi berkah keselamatan dan kesehatan).

DITEBIHAKEN SAKING SAMBEKALA (Dijauhkan dari segala rintangan).

LANCAR SEDAYA URUSANIPUN serta terus menjadi inspirasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Terima kasih telah terus membersamai kami dalam doa dan perhatian.

Semoga silaturahmi ini tetap terjaga selamanya.
Salam Rahayu, Rahayu, Rahayu mas Yayan sak brayat agung 🙏🙏

07/04/2026

Sugeng Ambal Warsa, Bunda Rohani 🎂
(Abdi Dalem Pawon Prabea - YPAMJ)

APRESIASI UNTUK SANG PENJAGA DAPUR BUDAYA
Selamat ulang tahun kami haturkan kepada Bunda Rohani, sosok ibu dan pendidik dalam Kawruh Jendra Hayuningrat YPAMJ yang dengan penuh ketulusan mengemban amanah sebagai *Emban Pawon Prabea*.

Tugas panjenengan bukan sekadar menyiapkan konsumsi, melainkan memastikan "NADI" kehidupan di setiap pagelaran budaya Jawa tetap berdenyut.

Melalui tangan dingin Bunda, setiap hidangan yang tersaji menjadi pelengkap sempurnanya pelestarian budaya yang di laksanakan oleh YPAMJ.

Dedikasi Bunda di dapur adalah bentuk cinta yang nyata bagi kelancaran setiap hajat kita bersama.

DOA DAN HARAPAN TERBAIK
Di hari yang bahagia ini, kami segenap keluarga besar YPAMJ mendoakan:

KESEHATAN & KEBERKAHAN:
Semoga Bunda senantiasa dikaruniai kesehatan yang prima, kekuatan, dan umur yang panjang agar terus bisa membimbing kami semua.

KEBAHAGIAAN KELUARGA:
Semoga Bunda selalu menjadi cahaya bagi suami, anak-anak, menantu, hingga cucu-cucu tercinta. Teriring doa agar keluarga Bunda selalu rukun, ayem tentrem, dan penuh kasih sayang.

KELANCARAN BERKARYA:
Semoga semangat Bunda dalam melayani di YPAMJ menjadi amal jariyah yang tak terputus dan inspirasi bagi generasi muda tentang arti sebuah pengabdian.

Terima kasih atas senyum tulus dan kerja keras panjenengan yang tak kenal lelah, Bunda.

Tetaplah menjadi sosok yang mengayomi dengan kasih sayang seorang ibu.

🙏 *Rahayu, Rahayu, Rahayu.* 🙏

01/04/2026

Kenang-kenangan Seminar Budaya KUNANG-KUNANG

01/04/2026

N G A J I K I T A B T E L E S
"R A S A G A T A L D A N G R E M E T - G R E M ET"

"Menunggal dalam Hening, Menghadapi "GODA ALUS" Sang Salira"

Rahayu Sagung Dumadi.
Teruntuk para Simpatisan Ypamj , Jawata, Siswa Jendra, Siswa Utama lan para Satriya Jendra ingkang Kinasih.

Dalam perjalanan kita mendaki Sangkan Paraning Dumadi, salah satu laku yang utama adalah Mati Sajroning Urip.

Belajar hening (meditasi) di tengah riuh, belajar diam di tengah gerak. Namun, seringkali saat kita baru saja hendak menata niat, duduk bersila, dan memusatkan rasa dalam meditasi... tiba-tiba datanglah sang pengganggu kecil yang tak diundang.

R A S A G A T A L DAN G R E M ET - G R E M E T

Mula-mula di lengan, kita garuk. Pindah ke kaki, kita garuk lagi. Tak berselang lama, ia "naik level" ke p**i, bahkan hingga ke tempat-tempat yang tak pantas disebut. Padahal, tubuh sudah bersih sehabis mandi, wangi sabun masih terasa, dan tak ada satu pun nyamuk atau semut yang melintas.

Dari manakah gatal atau gremet-gremet itu berasal?

Memahami "Isengnya" Sang Pikiran
Ketahuilah, anak-anakku, saat raga mulai diam, di situlah Pancadriya dan pikiran kita kehilangan mainannya. Biasanya mereka sibuk dengan gawai, percakapan duniawi, atau hiruk-pikuk pekerjaan. Begitu kita paksa untuk tenang, pikiran akan mulai "berulah" karena merasa kesepian.

Ia mulai membisikkan hal-hal kecil agar kita kehilangan fokus:

> "Itu gatal loh... penting itu..."
> "Kalau tidak digaruk, nanti jadi dosa karena menyiksa diri..."

Ini yang jarang disadari dan hampir tidak perna di bahas dalam melakukan salah satu aktifitas di Kawruh Jendra Jendra Hayuningrat. Saat luar tampak sepi, sensasi di dalam justru akan tampak membesar. Ibarat sebuah titik kecil di atas kertas putih bersih, ia akan terlihat sangat mencolok. Gatal, kesemutan, atau rasa pegal itu sebenarnya adalah "notifikasi" kecil dari otak yang kita perbesar sendiri lewat perhatian (fokus) yang salah arah.

CARA MENGHADAPI "GODA ALUS" TUBUH

Agar meditasi tidak berubah menjadi sekadar "latihan menggaruk" layaknya kera di hutan, simpanlah piwulang ini di dalam batin:

AJA KAGETAN (JANGAN PANIK):
Gatal bukanlah tanda kegagalan laku. Itu hanyalah uji cilik atau tes kecil untuk menguji keteguhan niatmu.

SABAR LAN NARIMA (TAHAN SEJENAK):
Cobalah bertahan 5–10 detik. Perhatikan saja rasa gatal itu tanpa membencinya.

Seringkali, saat hanya disaksikan tanpa diberi "makan" berupa perhatian berlebih, rasa itu akan sirna dengan sendirinya.

MADYAMA (JALAN TENGAH):
Jika gatalnya sungguh mengusik hingga merusak ketenangan batin, silakan digaruk saja dengan santai dan sadar. Meditasi bukanlah lomba menyiksa diri. Garuklah seperlunya, lalu kembalilah manunggal pada napas.

KIBLAT NAPAS:
Kembalilah ke rumahmu yang sejati, yaitu Napas. Gatal itu seperti awan yang datang dan pergi, sementara napas adalah langit yang tetap luas.

Intisari Piwulang Ini Adalah :
Semakin kita melawan gatal dengan amarah, ia akan menjadi tokoh utama dalam drama meditasi kita. Namun, semakin kita bersikap sumeleh (pasrah yang aktif) dan santai, gatal itu akan kehilangan taringnya.

Meditasi bukan hanya tentang menundukkan pikiran yang liar, tetapi juga tentang bersahabat dengan raga yang terkadang s**a "iseng" mencari perhatian.

Ayo, mengaku jujur para Satriya dan Siswa Jendra...
Di bagian tubuh mana biasanya "Gatal Misterius" itu muncul saat kalian sedang mencoba hening atau meditasi?

Dalam kacamata Kawruh Jendra Hayuningrat, segala sesuatu yang terjadi pada raga saat kita sedang hening adalah komunikasi antara batin, energi, dan raga itu sendiri. Mari kita bedah satu per satu fenomena yang di sampaikan oleh mas Rully Hartanto Jenengku Saiki dan mbah Jody Jodi Sidomekar⁩.

1. Gatal di P**i: Simbol "Citra Diri"

P**i adalah bagian dari wajah, bisa saja gatal itu terjadi di kening, di dagu, di ujung hidung ataupun di sekitar bibir yang secara simbolis mewakili muka atau citra diri kita di hadapan dunia.

PERTANDANYA : Secara psikis, gatal di p**i sering kali muncul saat pikiran bawah sadar kita masih memikirkan penilaian orang lain atau masih ada "topeng" sosial yang sedang berusaha kita lepaskan dalam meditasi.

SECARA ENERGI: Di area wajah terdapat banyak titik syaraf sensitif. Gatal di sini menandakan energi mulai naik ke arah kepala (cakra ajna), namun masih terhambat oleh sisa-sisa pikiran yang bersifat duniawi atau ego tentang harga diri.

Pesan-nya : "Abaikan riasan duniawi." Jangan dipikirkan apakah meditasimu terlihat bagus atau tidak. Cukup rasakan saja.

2. Sensasi Menjalar Atau "Gremet-gremet" @⁨Mbah Jodi Sidomekar⁩

Berbeda dengan gatal yang bersifat mengganggu (distraksi), sensasi menjalar seperti ada semut berjalan (gremet-gremet) namun saat diperiksa tidak ada apa-apa, justru merupakan pertanda yang sangat baik.

PERTANDANYA : Aliran "Banyu Suci" (Energi Kehidupan)

Dalam Kawruh Jendra, ini adalah tanda bahwa Prana atau energi kehidupan dalam tubuh mbah Jody @⁨Mbah Jodi Sidomekar⁩ mulai bergerak lancar.

Sumbatan-sumbatan energi di pembuluh halus (nadis) mulai terbuka.

PEMBERSIHAN (RERESIK):

Sensasi menjalar ini sering disebut sebagai proses detoksifikasi gaib. Energi sedang membersihkan sisa-sisa emosi atau ketegangan yang mengendap di otot dan syaraf.

AKTIVASI PANCA INDERA BATIN:

Ini adalah tahap awal di mana kulit mbah Jody @⁨Mbah Jodi Sidomekar⁩ mulai menjadi sangat peka terhadap getaran udara dan energi di sekitar mbah Jody.

Tubuh mbah Jody sedang "berkenalan" dengan frekuensi yang lebih halus.

Kalaupun terjadi pada siswa Jemdra yang lain, lalu bagaimana Sikap Kita?

Bagi para Satriya lan Siswa Jendra, ataupun Siswa Utama yang sedang bermeditasi. Jika tiba-tiba merasakan sensasi menjalar tersebut:

Aja Ditoleh, Aja Digubris (Jangan Terpaku): Jangan lantas kegirangan atau takut.

Kalau panjenengan terlalu fokus pada "RASA ENAK" atau "RASA ANEH" dari getaran itu, meditasimu akan berhenti di permukaan saja.

NIKMATI TANPA MEMILIKI: Rasakan saja aliran itu seperti air sungai yang mengalir. Biarkan ia membersihkan apa yang perlu dibersihkan dalam ragamu.

TERUS MANUNGGAL: Tetap fokus pada titik hening panjenengan. Sensasi itu hanyalah ibarat "PEMANDANGAN" yang panjenengan lihat di pinggir jalan saat panjenengan sedang menuju ke arah Sang Khaliq.

Jadi, gatal itu "Goda" (Ujian), sedangkan getaran menjalar itu "Anugrah" (Proses).

Keduanya adalah tanda bahwa raga panjenengan sedang bereaksi terhadap cahaya batin yang mulai menyala.

Tetap tekun dalam hening, para Kinasih.

Salam Rahayu, sugeng ngayahi Karsaning Gusti 🙏

31/03/2026

. *NGAJI KITAB TELES*
*"G A T A L"*

"Menunggal dalam Hening, Menghadapi "Goda Alus" Sang Salira"

Rahayu Sagung Dumadi.
Teruntuk para Simpatisan, Jawata, Siswa Jendra, Siswa Utama lan para Satriya Jendra ingkang Kinasih.

Dalam perjalanan kita mendaki Sangkan Paraning Dumadi, salah satu laku yang utama adalah Mati Sajroning Urip.

Belajar hening di tengah riuh, belajar diam di tengah gerak. Namun, seringkali saat kita baru saja hendak menata niat, duduk bersila, dan memusatkan rasa dalam meditasi... tiba-tiba datanglah sang pengganggu kecil yang tak diundang.

*Rasa Gatal*

Mula-mula di lengan, kita garuk. Pindah ke kaki, kita garuk lagi. Tak berselang lama, ia "naik level" ke p**i, bahkan hingga ke tempat-tempat yang tak pantas disebut. Padahal, tubuh sudah bersih sehabis mandi, wangi sabun masih terasa, dan tak ada satu pun nyamuk atau semut yang melintas.

Dari manakah gatal itu berasal?
Memahami "Isengnya" Sang Pikiran
Ketahuilah, anak-anakku, saat raga mulai diam, di situlah Pancadriya dan pikiran kita kehilangan mainannya. Biasanya mereka sibuk dengan gawai, percakapan duniawi, atau hiruk-pikuk pekerjaan. Begitu kita paksa untuk tenang, pikiran akan mulai "berulah" karena merasa kesepian.

Ia mulai membisikkan hal-hal kecil agar kita kehilangan fokus:

> "Itu gatal loh... penting itu..."
> "Kalau tidak digaruk, nanti jadi dosa karena menyiksa diri..."

Ini yang jarang disadari dalam Kawruh Jendra. Saat luar tampak sepi, sensasi di dalam justru akan tampak membesar. Ibarat sebuah titik kecil di atas kertas putih bersih, ia akan terlihat sangat mencolok. Gatal, kesemutan, atau rasa pegal itu sebenarnya adalah "notifikasi" kecil dari otak yang kita perbesar sendiri lewat perhatian (fokus) yang salah arah.

*Cara Menghadapi "Goda Alus" Tubuh*

Agar meditasi tidak berubah menjadi sekadar "latihan menggaruk" layaknya kera di hutan, simpanlah piwulang ini di dalam batin:

*Aja Kagetan (Jangan Panik):*
Gatal bukanlah tanda kegagalan laku. Itu hanyalah uji cilik atau tes kecil untuk menguji keteguhan niatmu.

*Sabar lan Narima (Tahan Sejenak):*
Cobalah bertahan 5–10 detik. Perhatikan saja rasa gatal itu tanpa membencinya.

Seringkali, saat hanya disaksikan tanpa diberi "makan" berupa perhatian berlebih, rasa itu akan sirna dengan sendirinya.

*Madyama (Jalan Tengah):*
Jika gatalnya sungguh mengusik hingga merusak ketenangan batin, silakan digaruk saja dengan santai dan sadar. Meditasi bukanlah lomba menyiksa diri. Garuklah seperlunya, lalu kembalilah manunggal pada napas.

*Kiblat Napas:*
Kembalilah ke rumahmu yang sejati, yaitu Napas. Gatal itu seperti awan yang datang dan pergi, sementara napas adalah langit yang tetap luas.

*Intisari Piwulang ini adalah :*
Semakin kita melawan gatal dengan amarah, ia akan menjadi tokoh utama dalam drama meditasi kita. Namun, semakin kita bersikap sumeleh (pasrah yang aktif) dan santai, gatal itu akan kehilangan taringnya.

Meditasi bukan hanya tentang menundukkan pikiran yang liar, tetapi juga tentang bersahabat dengan raga yang terkadang s**a "iseng" mencari perhatian.

Ayo, mengaku jujur para Satriya dan Siswa Jendra...
Di bagian tubuh mana biasanya "Gatal Misterius" itu muncul saat kalian sedang mencoba hening?

Tetaplah berproses dengan rasa syukur dan senyum di batin.

Salam Rahayu 🙏✨
Rahayu, Rahayu Sagung Dumadi...🙏

Want your business to be the top-listed Furniture Store in Jember?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address

Kantor :Jalan Panjahitan XII Blok A No. 02 RT. 001 RW. 026 Kel. Kebonsari Kec. Sumbersari Kab Jember Prop. Jatim 68122
Jember
68127