FilmLokal.id

FilmLokal.id

Share

Supported of Local Movies Only

17/05/2026

Official Poster dan Trailer Film “KUCING HITAM”

Kehidupan Natalie (Caroline Zachrie) berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan setelah putri bungsunya, Talitha (Keiko Ananta), membawa pulang seekor kucing hitam misterius yang memiliki kekuatan untuk membangkitkan orang mati. Anggota keluarganya, Jessica (La Rheina Isabelle Bishop), dan suaminya, Vincent (Marcelino Lefrandt), yang telah meninggal dalam sebuah insiden tragis, kembali hidup sebagai sosok dingin dan asing. Terjebak di dalam rumah bersama entitas-entitas pengganti yang dikendalikan oleh kucing itu, Natalie menyadari kenyataan yang memilukan: keluarga aslinya telah tiada, dan kini ia hanya bisa melihat mereka dari balik jendela, seperti bayangan yang tak
lagi bisa ia gapai.

Siapa yang akan menang?
Kucing hitam itu atau Natalie….
Saksikan Film Kucing Hitam tayang di seluruh bioskop Indonesia 04 Juni 2026

20/04/2026

Official Poster dan Trailer Film “MUSIKAL MENGEONG!”

Produksi : Clever and Clover Production
Produser : Felyana Rose
Sutradara : Raissa Putri Permana
Penulis Naskah : Vini Fortuna
Pemeran : Alexandra Cheryl
Dosen Pembimbing : Dr. Mikhael Yulius Cobis, M.Si., M.M.

Film “MUSIKAL MENGEONG!” Adalah Film Drama Musikal yang mengisahkan Langit Biru, Musisi muda yang terjebak di industri musik yang menekan jati dirinya.
Hingga ia bertemu dengan Meng, seekor kucing misterius yang dapat berbicara.

Dengan 5 Lagu Orisinil dan Koreografi yang menarik, Film “MUSIKAL MENGEONG!” Mengeksplor perjalanan Biru dan Meng dalam menghadapi duka, krisis karier dan menemukan sebuah alasan untuk bertahan.

Di tengah hari-hari yang terasa berat, hal-hal kecil dalam keseharian termasuk kehadiran hewan peliharaan sering kali menjadi alasan paling sederhana untuk tetap bertahan.

Lewat Film “MUSIKAL MENGEONG!”, nantikan perjalanan Biru dan Meng dalam sebuah kisah tentang kehilangan, harapan dan bagaimana teman kecilmu dapat memberikan dampak yang begitu besar!.

Lalu bisakah hal kecil yang sederhana mengembalikan seseorang pada dirinya sendiri?

Film “MUSIKAL MENGEONG!”
3 Mei 2026
Segera Tayang di YouTube !

27/03/2026

Dalam Sujudku News Update

24/02/2026

Totalitas Elina Joerg dalam memerankan emosi yang campur aduk—antara kecewa, marah, dan luka yang mendalam. Benar-benar bikin nyesek sampai ke hati! Siapa yang udah nggak sabar nonton kelanjutannya?

Sangat sulit untuk tetap tenang ketika seseorang datang dengan janji manis dan ayat-ayat suci, namun akhirnya justru menghancurkan hidup.
Luka yang paling dalam seringkali datang dari mereka yang pandai merangkai kata.
💔🥀

Berikut adalah penggalan scene dalam Dramabox Jangan Panggil Aku Gus

Photos from FilmLokal.id's post 20/02/2026

Erma Fatima Kembali Beri Isyarat Lewat Postingan di Akun Instagramnya

“Jangan Panggil Aku Gus”, Judul Film Terbaru Erma Fatima?

Satu kalimat di akhir postingan baru Erma Fatima mengundang banyak spekulasi. Unggahan ini disebut-sebut punya keterkaitan dengan foto-foto yang ia bagikan beberapa hari lalu. Apa benar semuanya merupakan rangkaian teaser menuju proyek baru di bulan Ramadhan?

Netizen mulai bertanya-tanya, apakah ini merupakan rangkaian teaser menuju proyek baru di bulan Ramadhan nanti? Mengingat sentuhan magis Erma yang selalu ikonik, kalimat “Jangan Panggil Aku Gus” ini terasa sangat mendalam dan penuh misteri. ✨

Apa pendapat kalian? Apakah ini judul film baru atau sebuah pesan tersirat? Coba tebak siapa aktor yang cocok jadi “Gus” di kolom komentar! 👇

18/02/2026

Film Rangga dan Cinta Sudah Dapat Kalian Saksikan Di Vidio.com

Buat kamu yang kemarin belum sempat nonton di bioskop, atau justru ingin mengulang lagi kisah Rangga dan Cinta tanpa batas, sekarang waktunya! Setelah sukses tayang di layar lebar dan jadi perbincangan banyak penonton, Film Rangga & Cinta: Rebirth Of akhirnya bisa dinikmati dari rumah. Mulai dari momen-momen yang bikin senyum sendiri sampai adegan yang bikin hati ikut sesak, Rangga & Cinta kini resmi hadir secara eksklusif di Vidio mulai Jumat, 13 Februari 2026.
Mengambil latar Jakarta tahun 2001, kisah ini mengikuti kehidupan Cinta (Leya Princy), seorang siswi SMA populer dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga sosok cowok misterius bernama Rangga (El Putra Sarira) hadir dan mengubah segalanya. Dari rasa kesal berubah menjadi penasaran, Cinta pun mulai bimbang di antara dunia persahabatannya yang penuh warna dan perasaan baru yang tumbuh untuk Rangga. Akibat sebuah kejadian pada sahabatnya, Cinta harus memilih antara sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya atau cinta pertamanya.

Dengan nuansa awal 2000-an yang autentik, mulai dari musik hingga gaya hidup remaja saat itu, Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati dan relevan bagi lintas generasi.

Sebelum Nonton di Vidio, Simak 3 Fakta Menarik Film Rangga & Cinta!

1. Karakter Cinta yang Relate dengan Remaja: Sahabat atau Cinta?

Cinta adalah salah satu karakter yang mudah bikin penonton merasa, “ini gue banget.” Ia digambarkan sebagai remaja dengan hidup yang terlihat lengkap, punya pertemanan yang hangat, keluarga yang suportif, dan keseharian yang tampak baik-baik saja. Namun dibalik itu, dunia Cinta sangat bergantung pada dua hal yang lekat dengan kehidupan remaja: persahabatan dan cinta.

2. Detail Kecil yang Baru Terasa Saat Ditonton Ulang

Ada beberapa detail yang kerap terlewat saat Rangga & Cinta ditonton di bioskop, namun justru terasa lebih kuat ketika disaksikan ulang. Salah satunya adalah dialog sederhana, “Itu piano punya siapa?” yang muncul saat Cinta berkunjung ke rumah Rangga. Sekilas terdengar biasa, tapi sebenarnya dialog ini menyimpan petunjuk penting tentang trauma Rangga dan relasinya dengan sang ibu.

3. Kini Bisa Ditonton Lebih Luas, Rangga & Cinta Resmi Hadir di Vidio!

Setelah sebelumnya hanya bisa dinikmati di bioskop, Rangga & Cinta akhirnya resmi tayang di OTT dan dapat ditonton lebih luas melalui Vidio. El Putra dan Leya Princy mengaku senang karena film ini kini bisa menjangkau lebih banyak penonton, termasuk mereka yang sempat ketinggalan di bioskop. Menariknya, perilisan Rangga & Cinta di Vidio juga hadir berdekatan dengan momen Valentine, menjadikannya pilihan tontonan yang pas untuk menemani suasana penuh cinta, baik ditonton bareng pasangan, sahabat, maupun sendirian sambil nostalgia.

Nonton Vidio Eksklusif Rangga & Cinta Sekarang!

Kehadiran Rangga & Cinta di Vidio menjelang Valentine terasa seperti momen yang pas, bukan cuma buat merayakan cinta, tapi juga buat mengulang dan meresapi ulang emosi yang mungkin sempat terlewat saat nonton di bioskop. Dengan menonton di Vidio penonton punya ruang untuk pause, rewind, dan benar-benar tenggelam dalam perasaan Rangga, Cinta, dan gengnya

Jadi, baik kamu tim nostalgia atau Gen Z yang baru pertama kali kenal kisah Rangga & Cinta, sekarang adalah waktu yang tepat untuk jatuh cinta (lagi)!

Photos from FilmLokal.id's post 17/02/2026

MENGUNCI RUANG, MENGUJI KUASA: "LIFT" SIAP HADIRKAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KRITIK SOSIAL DI BIOSKOP

Jakarta, 13 Februari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan sebuah eksplorasi genre yang berani melalui karya terbaru produksi Trois Films dan Maxima Pictures. Bertajuk "LIFT", film drama psikologis ini baru saja menggelar sesi press conference yang mengungkap ambisi di balik layar sebelum dijadwalkan menyapa penonton layar lebar pada 26 Februari 2026 mendatang.
Bukan sekadar sajian ketegangan visual, LIFT memosisikan dirinya sebagai metafora tajam atas realitas sosial tentang relasi kuasa yang menindas. Mengambil latar ruang sempit yang akrab dengan keseharian urban, film ini menantang persepsi penonton mengenai kendali, kebebasan, dan insting bertahan hidup manusia di bawah tekanan sistemik.

Metafora Ruang Sempit dan Hegemoni Kekuasaan

Disutradarai oleh Randy Chans, LIFT membawa premis yang tampak sederhana namun menyimpan kompleksitas narasi yang pekat. Sekitar 60% dari total durasi film berlangsung di dalam ruang lift, sebuah pilihan artistik yang sengaja diambil untuk menciptakan atmosfer klaustrofobik bagi penonton.
Dalam sesi bincang media, Randy Chans memaparkan filosofi di balik pemilihan lokasi tersebut. Menurutnya, lift adalah simbol paradoks antara demokrasi dan hierarki.

"Lift adalah ruang di mana semua orang bisa masuk tanpa memandang status, namun begitu pintu tertutup, kendali sepenuhnya berpindah ke tangan sistem yang tidak terlihat. Kami ingin membedah bagaimana reaksi manusia ketika nasib mereka ditentukan oleh otoritas yang hanya hadir lewat suara interkom," ujar Randy.
Pendekatan ini menjauhkan LIFT dari kiasan horor konvensional. Teror yang dihadirkan bukanlah sosok supranatural, melainkan ketidakberdayaan individu saat berhadapan dengan "tangan besi" yang mengatur gerak mereka dalam ruang transisi tersebut.

Sinopsis: Labirin Masa Lalu di Balik Interkom

Narasi berfokus pada sosok Linda (Ismi Melinda), seorang staf humas di PT Jamsa Land. Enam tahun setelah sebuah kecelakaan tragis yang menyisakan luka kolektif di kantornya, Linda justru terjebak dalam lift yang sama. Ketegangan memuncak ketika sebuah suara misterius melalui interkom memaksanya terlibat dalam permainan berbahaya yang mempertaruhkan nyawa anaknya, Jonathan (Luthfi Saputra).
Seiring berjalannya durasi 107 menit, penonton akan diajak menguliti lapisan kebenaran mengenai tragedi masa lalu. Film ini secara cerdas memperlihatkan bagaimana kebijakan yang diambil oleh para pemegang takhta di level atas mampu menghancurkan kehidupan mereka yang berada di struktur paling bawah.

Intensitas Akting dan Ansambel Pemain

Shareefa Daanish, yang dikenal sebagai ikon film bergenre kelam, turut memberikan impresinya mengenai proyek ini. Perannya sebagai Doris memberikan dimensi ketegangan yang lebih personal dan subtil.

"Kekuatan film ini terletak pada eskalasi konfliknya yang tenang namun konsisten menekan. Ini adalah cerminan hidup; sering kali kita merasa sedang bergerak maju, padahal sebenarnya kita hanya mengikuti alur yang sudah ditentukan oleh pihak lain," ungkap Shareefa.

Selain Ismi Melinda dan Shareefa Daanish, film ini diperkuat oleh jajaran aktor watak seperti Verdi Solaiman yang berperan sebagai Hansen, Alfie Alfandy sebagai Mr. X, serta penampilan dari Tegar Satrya, T. Rifnu Wikana, Annete Yules, dan Berliana Lovell. Sinergi para pemain ini diharapkan mampu menghidupkan dinamika karakter yang terjepit di antara kepentingan dan keselamatan.

Prestasi Internasional Sebelum Rilis Domestik

Kualitas LIFT sebagai drama psikologis yang solid telah diakui di kancah global sebelum resmi tayang di Indonesia. Film ini sukses mencatatkan namanya dalam deretan Official Selection di berbagai festival bergengsi, di antaranya:

• Dubai City Film Festival 2025
• AME International Film Festival 2026
• The North Film Festival Barcelona 2026
• Empat Nominasi di Los Angeles Fantasia Fest 2025

Keberhasilan ini membuktikan bahwa isu yang diangkat oleh penulis skenario Aria Gardhadipura dan diproduseri oleh Adha Riantono serta Ario Sagantoro memiliki nilai universal yang mampu beresonansi dengan audiens internasional.

INFORMASI PRODUKSI

• Judul: LIFT
• Genre: Drama Psikologis
• Durasi: 107 Menit
• Tanggal Rilis: 26 Februari 2026
• Produksi: Trois Films, Maxima Pictures
• Sutradara: Randy Chans
• Pemain Utama: Ismi Melinda, Shareefa Daanish, Verdi Solaiman

Apakah Anda siap untuk masuk ke dalam ruang sempit yang akan mempertanyakan kembali siapa pemegang kendali sebenarnya dalam hidup Anda? Temukan jawabannya di bioskop mulai 26 Februari 2026.

Photos from FilmLokal.id's post 17/02/2026

Gala Premier Film ANTARA MAMA CINTA & SURGA “BAHASA CINTA NOMMENSEN”

EKSPLORASI PANGGILAN IMAN DAN DILEMA RESTU: MENGUPAS KEDALAMAN NARASI DALAM RANGKAIAN GALA PREMIERE "ANTARA MAMA CINTA & SURGA : BAHASA CINTA NOMMENSEN"

Jakarta, 16 Februari 2026 – Kemeriahan kawasan Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, sore itu terasa Spektakuler. Karpet merah tidak sekadar menjadi lintasan para cast dan film maker, melainkan pintu masuk menuju sebuah perenungan budaya yang mendalam. PIM Pictures, berkolaborasi dengan HKBP dan BPODT, resmi memperkenalkan karya layar lebar terbaru mereka bertajuk Antara Mama Cinta dan Surga: “Bahasa Cinta Nommensen” dalam rangkaian Press Screening dan Gala Premiere yang emosional.
Film yang dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 Februari 2026 ini, menawarkan sebuah potret jujur tentang gesekan antara tradisi, ekspektasi orang tua, dan panggilan spiritual yang seringkali menjadi "tembok raksasa" bagi generasi muda Batak.

Sinema yang Berangkat dari Kejujuran Konflik

Sutradara Agustinus Sitorus kembali menunjukkan tajinya dalam meramu drama keluarga yang membumi. Melalui film ini, ia memotret kehidupan Bernard (diperankan oleh Aldy Maldini), seorang putra bungsu dalam keluarga Batak yang memikul beban ekspektasi sang Ibu (Mamak). Di saat Mamak memimpikan putranya menjadi abdi negara (PNS)—sebuah simbol stabilitas dalam tatanan sosial tertentu—Bernard justru mengalami pergulatan batin pasca serangkaian mimpi spiritual yang mempertemukannya dengan sosok Nommensen.

"Saya memilih konflik ini karena keluarga, cinta, dan keyakinan adalah trilogi masalah yang paling sering bertentangan dalam realitas kita, namun ironisnya, jarang dibicarakan secara terbuka di meja makan," ungkap Agustinus Sitorus dalam sesi konferensi pers.

Transformasi Aldy Maldini dan Debut Layar Lebar Anneth Delliecia

Sorotan utama tertuju pada Aldy Maldini. Dikenal dengan citra remaja yang ceria, Aldy melakukan lompatan artistik dengan memerankan Bernard yang melankolis dan terhimpit.
"Ini adalah karakter paling menantang sepanjang karier saya. Biasanya saya mendapatkan peran yang mirip dengan kepribadian asli saya yang s**a bercanda. Namun, Bernard berada di fase sulit; ia harus memilih antara ego, cinta kepada Anindita, dan rasa bakti kepada Ibu. Konfliknya tidak meledak-ledak secara verbal, tapi banyak yang dipendam di dalam," tutur Aldy.

Di sisi lain, Anneth Delliecia menandai debut layar lebarnya melalui peran Anindita. Kehadiran Anneth memberikan warna tersendiri, terlebih dengan latar pengambilan gambar di kawasan Danau Toba yang megah. "Syuting di Toba memberikan energi yang sangat emosional. Sebagai film pertama, ini sangat spesial karena ceritanya terasa sangat dekat dengan denyut nadi kehidupan sehari-hari," kata Anneth.

Menghapus Stigma Antagonis dalam Sosok Ibu

Salah satu kekuatan naratif film ini terletak pada penokohan Mamak yang dimainkan dengan sangat bernyawa oleh aktris senior Dharty Manullang. Alih-alih menampilkan sosok orang tua yang jahat, Dharty menampilkan karakter ibu yang dominan namun berangkat dari rasa takut akan masa depan anaknya.

"Dari peran ini, saya belajar bahwa sebagai ibu, seringkali kita merasa paling tahu apa yang terbaik, padahal yang menjalani hidup adalah anak. Jangan sampai dominasi kita justru memutus rantai komunikasi," jelas Dharty dengan nada reflektif.

Kehadiran jajaran pemain pendukung seperti Novia Situmeang, Jenda Munthe, Cok Simbara, hingga Dominique Sanda semakin memperkuat fondasi cerita. Novia Situmeang, yang memerankan tokoh pilihan keluarga, mengaku harus menggali emosi yang kompleks, sementara Jenda Munthe tetap memberikan totalitas yang memberikan keseimbangan dinamis dalam alur cerita.

Refleksi Budaya dan Visual yang Memikat

Secara visual, Antara Mama Cinta dan Surga tidak hanya mengeksploitasi keindahan alam Sumatera Utara, tetapi juga menggunakan simbolisme "Bahasa Cinta Nommensen" sebagai benang merah spiritualitas. Film ini berhasil menghindari jebakan hitam-putih; tidak ada antagonis mutlak, yang ada hanyalah perbedaan cara mencintai dan memaknai kebahagiaan.
Bagi para penikmat film drama yang mencari kedalaman cerita ketimbang sekadar hiburan instan, karya PIM Pictures ini menjadi tontonan wajib. Ia adalah cermin bagi setiap anak yang tengah berjuang menentukan arah kompas hidupnya, dan bagi setiap orang tua yang sedang belajar melepaskan.

Akankah Bernard memilih tunduk pada restu, atau melangkah menuju panggilannya?
Jawabannya dapat ditemukan di bioskop mulai 19 Februari mendatang.

Photos from FilmLokal.id's post 16/02/2026

Setelah 10 tahun, Erma Fatima diduga kembali menyutradarai proyek baru.
Lukman Sardi disebut sebagai salah satu pemeran utama dalam unggahan BTS.
Jika benar, ini akan menjadi comeback yang cukup mengejutkan ngga sih?

16 Februari 2026 – Jagat maya mendadak gempar setelah sutradara legendaris Malaysia, Erma Fatima, memecah kesunyian panjangnya. Setelah hampir 10 tahun menepi dari kursi sutradara film layar lebar, maestro di balik karya-karya epik ini tiba-tiba mengunggah rangkaian foto di akun Instagram pribadinya yang menyiratkan sebuah proyek raksasa sedang digodok.

Yang paling mencuri perhatian adalah kemunculan sosok aktor watak papan atas Indonesia, Lukman Sardi, dalam unggahan Behind The Scene (BTS) tersebut. Lukman disebut-sebut sebagai salah satu pemeran utama yang akan membawa bobot emosional dalam karya terbaru Erma.

Tak sendirian, bintang muda Malaysia yang tengah naik daun, Anna Jobling, juga tampak dalam jajaran foto tersebut, menciptakan perpaduan kontras antara pengalaman senioritas dan pesona generasi baru.

Dalam foto-foto tersebut, juga terlihat Elina Joerg, Bara Valentino, serta aktris Malaysia Puteri Sarah yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah proyek lintas negara. Kehadiran deretan pemain ini langsung memicu spekulasi luas di kalangan media dan warganet.

Reaksi netizen pun beragam, mulai dari tidak percaya hingga antusiasme yang meluap. Banyak yang berspekulasi bahwa ini bukan sekadar film biasa, melainkan proyek kolaborasi prestisius yang telah lama dinantikan. Jika benar, ini akan menjadi comeback yang cukup mengejutkan dan diprediksi akan mengubah peta persaingan film di kawasan Asia Tenggara tahun ini.

13/02/2026

PAHLAWAN LAHIR DARI KEBERANIAN! 🚀🔴

Setelah penantian 5 tahun, penjelajahan antarplanet pertama anak Indonesia akhirnya dimulai! Mahakarya Pictures secara resmi merilis Official Trailer PELANGI DI MARS.

Membawa teknologi Extended Reality (XR) tercanggih, film ini bukan sekadar fiksi ilmiah biasa. Ini adalah mimpi tentang masa depan, di mana anak Indonesia menjadi penggerak solusi dunia. Ikuti perjalanan Pelangi (Messi Gusti) dalam misi mencari Zeolith Omega demi menyelamatkan Bumi dari krisis air bersih.

Apakah keberanian Pelangi dan teman-teman robotnya cukup untuk menembus batas cakrawala Mars? 🌌

🎬 TAYANG SERENTAK DI BIOSKOP 18 MARET 2026 (Momen Lebaran).

13/02/2026

Kapan terakhir kali kamu melihat dunia sebesar ini? 🌍✨

Dulu, bahagia itu sederhana: lari di lapangan, nerbangin layangan, sampai manggil teman dari balik pagar buat main bareng. Lewat Na Willa, kita diajak pulang sebentar. Melepas peran "orang dewasa" yang melelahkan dan kembali yang penuh rasa ingin tahu.

Diangkat dari karya dan visi sutradara , Na Willa bukan sekadar film, tapi pelukan hangat untuk masa kecilmu yang indah.

🎬 Official Trailer & Poster SUDAH RILIS!
Persiapkan diri untuk merayakan keajaiban keluarga di Lebaran 2026.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address

Kp. Tanah 80, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur
Jakarta
13470