Inyiak Marapi
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Inyiak Marapi, Tutor/Teacher, Bukittinggi.
23/08/2025
Pusako Tinggi adalah sengketa yang tidak pernah berujung antar sesama saudara dalam sakaum. Energi masyarakat Minang dipaksakan untuk terbuang sia-sia dalam hal ini. Kadang pihak keluarga yang berjumlah banyak akan menindas keluarga yang berjumlah sedikit demi memperebutkan sako dan pusako. Antar sesama mereka saling kuasa-menguasai, bahkan juga tidak segan-segan juga bisa saling tindas-menindas antar sesama manusia. Itulah alasannya kenapa persaudaraan antar sakaum itu tidak pernah akur.
Pemuda berinisial FT (22) di Jorong Talaweh, Nagari Situjuh Banda Dalam, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Limapuluh Kota, meny4bet kepala mamak (paman) kandungnya dengan p4rang karena masalah pembagian tanah warisan. Akibat perbuatannya, ia ditangkap polisi.
Baca selengkapnya dengan klik link di komentar.
03/08/2025
5 DAERAH DI SUMATERA BARAT DENGAN ANGKA PERCERAIAN TERTINGGI, .... (Tingkat angka perceraian ini juga bisa menjadi tolak ukur dari sebuah keberhasilan atau tidaknya program-program pemerintah daerah dalam mengayomi dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat mereka sendiri)
TRIBUNPADANG.COM - Berikut 5 daerah di Sumatea Barat dengan angka perceraian tertinggi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2024.
Kota Padang menempati urutan pertama dengan jumlah kasus paling banyak.
Kota Padang mencatatkan angka perceraian tertinggi di Sumbar dengan 947 kasus sepanjang tahun 2024.
Jumlah ini menjadikan ibu kota provinsi tersebut sebagai daerah dengan perceraian terbanyak.
2. Kabupaten Agam
Di posisi kedua ada Kabupaten Agam dengan 448 kasus perceraian.
Angka ini cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya di Sumbar.
3. Kabupaten Pasaman Barat
Pasaman Barat menyusul di urutan ketiga dengan 429 kasus perceraian.
4. Kabupaten Lima Puluh Kota
Kabupaten Lima Puluh Kota berada di posisi keempat dengan 339 kasus perceraian.
5. Kabupaten Pasaman
Urutan kelima ditempati Kabupaten Pasaman dengan 236 kasus perceraian.
Beberapa Faktor Penyebab Perceraian di antaranya :
1.Faktor ekonomi menjadi alasan utama.
Banyak pasangan menggugat cerai karena suami tidak memberi nafkah, terutama ketika situasi finansial keluarga tertekan.
2. Emansipasi perempuan meningkat.
Perempuan kini punya otonomi finansial dan pendidikan lebih tinggi, sehingga tak lagi takut meninggalkan rumah tangga yang tidak sehat.
3.Konflik internal dan perselingkuhan.
Faktor klasik seperti perselingkuhan, ketidakcocokan pola hidup, hingga KDRT tetap menjadi penyebab signifikan.
https://padang.tribunnews.com/2025/07/30/5-daerah-di-sumatera-barat-dengan-angka-perceraian-tertinggi-kota-tercinta-paling-banyak-kasusnya
MUHASABAH DIRI: "Sejak Kalah Pada Perang Paderi, Tidak Satupun Perang Yang Dimenangkan Oleh Orang Minang" (Orang Minang Hidup Dan Dihantui Dibawah Naungan Kehinaan)
04/02/2024
Paham Komunis Kalangan Pelajar Sumatera Thawalib Era 1920-an
Zola Aghna Vabiola
9 November 2021 | 16:26
Paham komunis dan Islam yang bersatu melawan kapitalisme penjajah di Padang Panjang juga mempengaruhi pemikiran para pelajar di Sumatera Thawalib. Peristiwa ini terjadi pada Era 1920-an ketika masa pengambil alihan negara. Partai Politik Islam mulai bekerja sama bersama koalisi komunis.
Bermula dari Sekolah Sumatera Thawalib mulai menerima saran agar cabang sekolahnya dipimpin oleh pengurus masing-masing yang berbeda.
Pelajar Thawalib pada saat itu mulai tertarik pada hal berbau politik yang didorong dari sifat pendidikan agama dan kecenderungan radikal kalangan partai politik dan komunis sumbar pada saat itu.
Paham ini dibawa oleh sejumlah tokoh aliran komunis, Khatib Dt. Batuah (tokoh adat) yang merupakan pendiri PKI cabang Padang Panjang, Natar Zainuddin, Arif Fadhillah, dan A. Wahab.
Ilmu tentang komunisme yang disatukan dengan ajaran Islam ini menganut ide anti penjajahan Belanda dan anti kapitalisme yang berasal dari ajaran Marxis.
Ide tersebut menjanjikan masyarakat yang tengah menghadapi kemerosotan ekonomi untuk mendapatkankan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Mereka telah berhasil mempengaruhi beberapa pelajar Thawalib yang kemudian menyebarkan ide komunis tersebut di daerah kampung mereka masing-masing.
Pada cabang sekolah Bukittinggi, Syekh Jambek, sebagai tokoh ulama persuasif saat itu mulai mengusir beberapa muridnya yang tidak mau ikut paham dari Batuah.
Namun Haji Rasul, ulama terkenal Sumatera barat, sangat menentang paham komunis yang diajarkan batuah dan melarang para pelajar Thawalib untuk masuk organisasi komunis yang dinyatakan menyimpang dari ajaran Islam.
Semenjak saat itu juga banyak pemuka masyarakat yang tidak sejalan dengan ide komunis ini. Dt. Batuah dan Nazar Zainuddin kemudian ditangkap sehingga akhirnya golongan ini terpaksa pindah keluar dari Padang Panjang.
Paham komunis dan Islam yang bersatu melawan kapitalisme penjajah di Padang Panjang juga mempengaruhi pemikiran para pelajar di Sumatera Thawalib. Peristiwa ini terjadi pada Era 1920-an ketika masa pengambil alihan negara. Partai Politik Islam mulai bekerja sama bersama koalisi komunis.
Bermula dari Sekolah Sumatera Thawalib mulai menerima saran agar cabang sekolahnya dipimpin oleh pengurus masing-masing yang berbeda.
Pelajar Thawalib pada saat itu mulai tertarik pada hal berbau politik yang didorong dari sifat pendidikan agama dan kecenderungan radikal kalangan partai politik dan komunis sumbar pada saat itu.
Paham ini dibawa oleh sejumlah tokoh aliran komunis, Khatib Dt. Batuah (tokoh adat) yang merupakan pendiri PKI cabang Padang Panjang, Natar Zainuddin, Arif Fadhillah, dan A. Wahab.
Ilmu tentang komunisme yang disatukan dengan ajaran Islam ini menganut ide anti penjajahan Belanda dan anti kapitalisme yang berasal dari ajaran Marxis.
Ide tersebut menjanjikan masyarakat yang tengah menghadapi kemerosotan ekonomi untuk mendapatkankan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Mereka telah berhasil mempengaruhi beberapa pelajar Thawalib yang kemudian menyebarkan ide komunis tersebut di daerah kampung mereka masing-masing.
Pada cabang sekolah Bukittinggi, Syekh Jambek, sebagai tokoh ulama persuasif saat itu mulai mengusir beberapa muridnya yang tidak mau ikut paham dari Batuah.
Namun Haji Rasul, ulama terkenal Sumatera barat, sangat menentang paham komunis yang diajarkan batuah dan melarang para pelajar Thawalib untuk masuk organisasi komunis yang dinyatakan menyimpang dari ajaran Islam.
Semenjak saat itu juga banyak pemuka masyarakat yang tidak sejalan dengan ide komunis ini. Dt. Batuah dan Nazar Zainuddin kemudian ditangkap sehingga akhirnya golongan ini terpaksa pindah keluar dari Padang Panjang.
Fokus Anies Baswedan
Click here to claim your Sponsored Listing.
24/11/2025