BANGLIMS

BANGLIMS

Share

Cleaning Trainer & Service Coach
🇮🇩 Indonesia Clean Revolution Movement
☎️ 0813-8591-0003 (Admin)

Banglims Training berdiri sejak 2005, dalam melakukan pelayanan Training Cleaning Service, Officeboy, Security, Driver, Customer Service, Pelayanan Prima, Outbound Training & Grassroots Motivation

Trainer kami telah tersertifikasi dan bersertifikat BNSP. Telah melakukan Training kepada ribuan peserta dari Lembaga pemerintahan, BUMN dan Swasta, dalam melakukan Training Cleaning service gedung, Tra

03/06/2026

DILEMA & TANTANGAN DUNIA CLEANING SERVICE DI INDONESIA

25 tahun lebih menjadi Trainer dan konsultan Cleaning service dan Hospitality��Banyak dilema yang harus dihadapi.

Kita di hire oleh sebuah lembaga atau perusahaan untuk meningkatkan kualitas area dan pelayanan.

Namun, saat di Asesmen ternyata sering ditemukan " Bugs " yang menjadikan area tersebut sulit untuk mencapai keadaan yang optimal sebagaimana yang diinginkan oleh klien.

Kalau mau di runtut secara prosentase :��50% persoalan Manajemen yang tata pengelolaannya berantakan
40% Faktor SDM baik dalam operasional maupun pengawasan
10% Faktor peralatan penunjang yang tidak lengkap dan standar

Sistim pengelolaan SDM Indonesia masih Top down, mau sehebat apapun teknologi penunjangnya bila perumusan formula di tataran manajemen masih berantakan, maka akan terus berantakan sampai kepada level Supervisi dan Operasional.

Hal ini yang jarang atau bahkan tidak mau diakui oleh pihak Manajemen.

Manajemen selalu menyalahkan dua level dibawahnya, seakan akan sistem yang dibangunnya tersebut sudah sangat sempurna dan lengkap, lalu dengan gaya VOC serta merta menurunkan sistemnya kepada jajaran dibawahnya.

Saya menyebutnya Manajemen Otoriter.

Yaitu sebuah sistem Manajemen perusahaan yang dibangun dan dibuat tanpa mau melihat realita di lapangan.

Mereka hanya duduk di belakang meja lalu merumuskan Sistem, Aturan, Tata tertib, SOP tanpa mau lebih berempati kepada semua jajaran dibawahnya.

Mereka melihat dengan kacamata kuda dan hanya sesuai dengan pemikirannya sendiri

Akhirnya Sistem yang dianggapnya sudah sangat baik tersebut saat diaplikasikan menghadapi tantangan yang sangat besar, karena perbedaan sudut pandang.

Contoh yang paling mudah kita temui khususnya dalam bidang kaji saya, yaitu dunia Cleaning Service.

Pengusaha selalu ingin agar operasional berjalan dengan lancar, sesuai standar, namun dari sisi penggajian masih banyak yang tidak standar, bagaimana mungkin kita berharap sebuah kualitas kerja yang bagus sedang saat bekerja orang tersebut harus memikirkan " Anak saya uang sekolahnya bagaimana ya ? " atau " Kontrakan bulan ini bisa kebayaran gak ya " atau " Istriku sakit, aku harus mencari pemasukan tambahan lainnya" dan masih banyak lagi contoh contoh seperti itu.

Belum cukup sampai disana, terkadang CSO (Cleaning Service Officer) hanya mendapatkan seragam satu stel selama 1 tahun bekerja, sepatu harus membeli sendiri bahkan saya pernah temukan juga CSO harus menyicil seragam dan sepatu dengan cara potong gaji selama 12 bulan.

Tak jarang juga CSO harus membeli alat dan kimia karena peralatan yang dipergunakan sudah rusak / habis dan tidak diganti oleh pihak perusahaannya, ya dengan uang mereka sendiri tanpa Reimbursh.

Bayangkan dengan keadaan saat ini masih ada CSO yang dibayar 1,5 juta, 2,5 juta / bulan dan mereka dituntut untuk bekerja 10 jam sehari, berikut nyambi kerja sebagai Office Boy, Helper, Courier, Supir dan bahkan ada yang juga mengerjakan pekerjaan teknisi listrik, tukang bangunan dan lain sebagainya.

Dengan gaji yang sama, dengan alasan " Kan tidak setiap hari ..." tapi nyatanya bisa 2 - 3 hari sekali dan seharian durasi waktunya.

Betapa sering saya temukan perlatan kerja yang sudah demikian lusuh, Stick mop yang harus disambung dengan paralon, Bucket yang sudah rusak Mop Pressnya, Sapu masih menggunakan sapu ijuk, Dustpan yang sudah pecaah pecah dan masih banyak lagi.

Dan sekali lagi, bukan Indonesia, kalau tidak bisa diakali, itulah hebatnya bangsa ini.

Hal semua diatas belum cukup, beban yang mereka harus kerjakan harus ditambah lagi dengan Double Job, Extra Job, Memenuhi suruhan suruhan dari para Staff, entah beli nasi lah, cuci Tumbler, cuci tempat ransum, dan lain sebagainya, seakan akan staff itu adalah kasta yang tertinggi memerintahkan kepada kasta yang lebih bawah.

Dan semua itu di amini oleh pihak Manajemen.

Maka serings saya katakan diberbagai podcast bahwa Dunia Cleaning Service kalau tidak di kelola dengan profesional maka tidak akan ada bedanya dengan Perbudakan yang dilegalkan.

Sekarang kita lihat lagi, apakah semuaa itu sepenuhnya kesalahan Provider ? Atau perusahaan Cleaning Service ?

Ternyata tidak.

Perusahaan Cleaning Service hanya menerima pembayaran dari User, dengan anggaran yang seringnya sangat mencekek leher tapi menginginkan kualitas bintang 7.

Alhasil, pengusaha Cleaning harus pandai pandai pensiasati agar tetap menjalankan operasional dan tetap dapat " Cuan " agar perusahaannya tetap hidup dan berjalan.

Prinsip Perusahaan Cleaning adalah Ono Rego - Ono rupo, seberapa anggaran yang dibayarkan segitu juga kualitas yang diberikan.

Walau kita tidak menutup mata, bahwa ada p**a Perusahaan yang menerima pembayaran standar tapi membayar jajaran operasionalnya dengan tidak standar, namun hal itu jarang terjadi saat ini setahu saya.

Yang harus dipahami, bahwa angka yang ada dalam penawaran proyek Cleaning tidak termasuk gaji para Direksi, manajer, Koordinator dan staff staff kantor lainnya.

Sedang tanpa mereka semua Sistem Cleaning tidak akan berjalan, alih alih menciptakan kualitas yang baik, bisa berjalan normal saja sudah sangat bersyukur.

Tentunya semua hal diatas belum termasuk up the table, under the table dan bersama table tablenya.

Nahhh ... sudah mulai menemukan titik terangkan ??

Lalu, apakah semua itu berarti salah usernya ? tidak juga.

User yang diperintahkan merumuskan biaya dan anggaran tak jarang hanya level Manajer dan dibantu para staffnya saja, saat pimpinan mengatakan kita harus efisiensi, maka mau tak mau anggaran harus dipotong, dengan tekanan pokoknya harus jalan. Dan berkualitas. Nah lohh...

Kalau kita telusuri lagi sampai lebih Advancenya semua itu akan berhubungan dengan Negara, bagaimana sebuah negara dapat memastikan setiap warga negaranya mendapatkan hak berprikehidupan yang layak dan dapat berusaha lebih baik.

keadaan ini tidak ada hubungannya dengan Selat hormus,karena sudah berlangsung sekian lama, dan menjadi dilema kondisi Industri Cleaning Service saat ini, mungkin juga dengan dunia Industri lainnya.

Kalau menurut saya semua ini bukan hanya persoalan dana ataupun anggaran, tapi ketidak pahaman pembuat kebijakan terhadap Sistem Cleaning Service yang seharusnya untuk menciptakan sebuah kualitas yang standar di area, persoalan Mindset pembuat kebijakan yang membuat sistem tanpa turun kebawah atau hanya mendengar dari satu pihak saja, Persepsi yang kurang tepat dalam mengartikan kata EFISIENSI tanpa menyandingkannya dengan Efektifitas serta Realitas, dan masih banyak lagi.

Disisi lain, saya sebagai seorang Trainer dan konsultan yang mengetahui semua hal ini dan kerap menghadapi ini harus tetap objektif dan netral melihat dari segala sisi, agar kesemuanya dapat growth bersama. Karena saya yakin, tujuan dari semua Training dan Consulting adalah Growth and make Impact pada semua level, semua sejahtera sesuai porsinya dan bekerja dengan optimal sehingga perusahaan dapat cuan dan sustain.

20/05/2026

Pakai pledge untuk kaca?

17/05/2026

Semua dimulai dari niat

Photos from BANGLIMS's post 15/05/2026

Uangmu bisa membeli semuanya, kecuali kepedulian dan empati.

14/05/2026

Hari ini 14 Mei 2026

23 Tahun yang lalu,

Seorang Muallaf Cleaning Service menikahi seorang Santriwati Hafidzah Gontor yang ditemukannya disebuah rumah yatim sedang mengajarkan Al Quran di Daarut Tauhiid Bandung.

Begitu mempesona akhlaqnya, sehingga membuat Sang Cleaning Service pun jatuh hati.

Pertemuan tanpa pacaran, hanya 5 menit telah menghantarkan mereka pada pintu gerbang Pernikahan.

Dengan Surah Al Ikhlas agar Sang Santriwati dapat menerima Sang Cleaning Service apa adanya, sebuah Walimatul Ursy terselenggaran dengan sangat sederhana tapi penuh dengan Hikmat.

Berbekal pesyaratan KUA yaitu emas 2 gram 22 karat yang akhirnya terjual juga untuk membeli beras, sah pernikahan itu terjadi.

Kini,

23 tahun kemudian dengan 5 orang anak yang luar biasa kedua orang tersebut telah menjalani lika liku kehidupan yang seperti Roller Coaster, tapi dengan tetap berpegang pada keimanan yang naik dan turun mereka berdua dapat tetap bertahan hingga hari ini.

Ya, hari ini, hari pernikahan ku dengan istriku ke -23

Betapa banyak Mukjizat Allah yang luar biasa kami rasakan dalam 23 tahun ini.

Yang membuat kami semakin yakin, bila sebuah pernikahan dilandasi dengan saling mencintai karena kecintaan pada Tuhan, maka Tuhanlah yang akan menjadi wali sekaligus penjaga dalam menghadapi ribuan ombak dan badai bahtera pernikahan.

Semoga kami berdua tetap Istiqamah menjalani pernikahan karena Allah ini dengan segenap kekurangan kami, sehingga mencapai akhir yang menjadi ujung dari setiap sebuah rumah tangga yaitu menjadi tangga tangga naik menuju Illahi.

Terima kasih Istriku,

Telah menemaniku sejauh dan selama ini, terima kasih atas segenap kesabaran dan ketulusanmu untuk tetap mengingatkanku bahwa Allah yang paling utama dibanding segalanya.

11/05/2026

Beda zaman, beda cara penyampaian.

Zaman dulu, mungkin kita terbiasa dengan sistem “komando”, tapi zaman sekarang berbeda.

Sekarang zamannya berpikir kritis dan berdasarkan bukti ilmiah, sehingga dalam menjelaskan sesuatu harus rasional dan sesuai dengan data, oleh karena itu kita harus menyesuaikan dengan zaman agar bisa bekerja sama dengan generasi segala zaman.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bogor?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address

Taman Semesta Tajur Halang
Bogor
16320

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00