Batampos.co.id
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Batampos.co.id, News & Media Website, Orchard Walk H-1, Batam.
Portal berita yang tidak bisa dipisahkan dengan Harian Batam Pos, media cetak pertama dan terbesar di Batam dan Kepulauan Riau, yang merupakan bagian dari jaringan Jawa Pos Group.
14/05/2026
Semburat sinar matahari pagi kala itu menembus awan dan terasa hangat di kawasan Cibiru Wetan, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Desa tersebut berjarak sekitar 15 km dari Gedung Sate, Kota Bandung dan 40 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang dengan wilayah seluas 3,25 Km persegi yang dihuni sedikitnya 15.966 jiwa.
Secara administrasi kependudukan yang dilansir dari portal desa, sekitar 26 persen warga di desa tersebut masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Keberadaan generasi muda yang memiliki kedekatan dengan teknologi serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan era digital tersebut dianggap mampu menjadi modal dan potensi dalam pengembangan desa di masa mendatang.
Kondisi tersebut dianggap senada dengan tuntutan zaman yang semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada masyarakat. Sehingga perlu adanya sebuah tonggak inovasi untuk masa depan dengan mulai melakukan digitalisasi terhadap pelayanan publik desa.
Perlahan-lahan inovasi itu diwujudkan oleh Kepala Desa Cibiru Wetan Hadian Supriatna sejak terpilih pada tahun 2019 lalu. Pemanfaatan teknologi digital dan akses internet sebagai kemudahan pelayanan publik bagi masyarakat menjadi fokus utama sehingga menjadi representatif desa digital di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pada tahap awal, Hadian Supriatna melakukan penguatan jaringan internet dengan memberikan wifi gratis di area kantor desa beserta fasilitas publiknya seperti Saung Dome Awi yang menjadi pusat aktivitas warga desa, dan di sejumlah titik balai Rukun Warga.
Lalu, dengan tujuan mempermudah pelayanan warga, aplikasi SimpelDesa pun lahir sebagai jawaban. Aplikasi ini ada sebagai implementasi dalam kemudahan pengurusan surat menyurat warga ke pemerintah desa.
Reporter : Novrian Arbi
Editor: Agnes Dhamayanti
Setelah 8 tahun, SMA Negeri 1 Bintan Utara kembali mengirim wakil untuk seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Adalah Raudah Mabrura, siswa asal Bintan yang terpilih sebagai utusan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026 ke seleksi Paskibraka nasional ini.
Ia menapaki jalan panjang dari seleksi tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.
"Dari tes TWK, kesehatan, kesamaptaan, wawancara dan minat bakat," kata Raudah di sekolahnya pada Senin (11/5/2026).
Setelah lolos di kabupaten, ia berlanjut seleksi di tingkat provinsi.
Raudah mengaku, tes yang dijalani hampir sama, namun seleksi di tingkat provinsi ada tambahan psikotes dan minat bakat yang diutamakan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Hasilnya, Raudah masuk tiga besar dan berhak maju untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
"Saya sempat kaget waktu diumumkan lolos, tapi saya senang bisa membawa nama sekolah. Terakhir dari sekolah ada (siswa di sini) yang ke lulus seleksi ke nasional tahun 2018," kata Raudah.
Soal peluang di tingkat nasional, Raudah tidak setengah-setengah.
"Harus 100 persen," kata Raudah optimis.
Keyakinan itu didukung penuh oleh orangtua, guru pembina paskibra sekolah, guru, dan teman-teman.
"Orangtua sangat bangga dan mensupport semua perjalanan saya, sekolah dan teman-teman juga," katanya.
Reporter & video: Slamet Nofasusanto
Editor: Welly
Ribuan Motor Hasil Tindak Kejahatan Dijual Pelaku Sampai ke Afrika
14/05/2026
Kebijakan Pembebasan Tugas Guru Non ASN di Kepri, Mendikdasmen: Lagi Dibahas
Kebijakan Pembebasan Tugas Guru Non ASN di Kepri, Mendikdasmen: Lagi Dibahas – Metropolis batampos – Pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru terkait pembatasan masa tugas guru non-ASN di sekolah negeri hingga 31 Desember 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026. Aturan ini memunculkan perhatian di sej...
Satreskrim Polresta Barelang ungkap kasus dugaan eksploitasi terhadap anak di bawah umur yang terjadi di salah satu hotel kawasan Lubuk Baja, Batam.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Lobby Mapolresta Barelang, Rabu (13/5), oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono didampingi Kasat Reskrim Kompol M. Debby Tri Andrestian. Polisi menegaskan kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan terhadap anak.
Kasus ini terungkap setelah pelapor berinisial P (41) menerima pengakuan dari korban berinisial SCA (16) mengenai peristiwa yang dialaminya. Dari hasil penyelidikan, korban diduga menjadi korban eksploitasi seksual yang melibatkan seorang pria warga negara Malaysia serta seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban diajak ABH berinisial BSK untuk bertemu dengan seorang pria dewasa berinisial SWH (45). Komunikasi dilakukan melalui aplikasi WhatsApp sebelum korban diarahkan menuju Hotel Penuin di Kecamatan Lubuk Baja.
“Korban kemudian diarahkan menuju Hotel Penuin dan masuk ke kamar nomor 373 yang telah disiapkan tersangka,” ujar Debby dalam konferensi pers tersebut.
Di hotel itu, korban diduga mengalami perbuatan senonoh oleh tersangka SWH dengan imbalan sejumlah uang. Polisi menyebut uang tersebut digunakan untuk membayar penginapan, makan, minum, dan kebutuhan lainnya. Dari hasil pendalaman, penyidik menduga praktik eksploitasi dilakukan melalui komunikasi digital yang telah direncanakan sebelumnya.
Setelah menerima laporan, Unit VI Satreskrim Polresta Barelang langsung melakukan penyelidikan intensif. Pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, petugas berhasil mengamankan tersangka SWH, ABH berinisial BSK, korban, serta beberapa orang lainnya di Hotel Penuin Kota Batam.
Reporter & video: Eusebius Sara
Editor: Ian
Kepulauan Anambas mendapat perhatian khusus dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, terutama terkait pengembangan ketahanan pangan daerah.
Perhatian itu disampaikan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Kunjungan tersebut menjadi yang kedua kalinya dilakukan oleh jenderal bintang tiga tersebut ke wilayah perbatasan itu.
Dalam kunjungannya, Kunto menilai Anambas memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat.
Ia mengatakan, selama ini TNI telah menjalankan program peternakan ayam petelur di wilayah tersebut sebagai salah satu langkah mendukung kebutuhan pangan masyarakat setempat.
Menurutnya, hasil peternakan ayam petelur itu mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena mampu membantu memenuhi kebutuhan telur di daerah kepulauan.
Kunto menjelaskan, selama ini distribusi bahan pangan dari luar daerah ke Anambas membutuhkan waktu yang cukup lama karena faktor geografis dan transportasi laut.
“Salah satu contohnya telur. Kalau didatangkan dari jauh, perjalanan bisa memakan waktu berminggu-minggu dan kualitasnya tentu sudah tidak segar lagi saat tiba. Maka daerah perlu mulai memproduksi sendiri dan bahkan bisa memasok ke pulau lain,” jelas Kunto, Rabu, (13/5) malam.
Selain peternakan, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan pertanian melalui pembenahan kualitas lahan yang ada di Anambas.
Menurutnya, kondisi tanah di sejumlah wilayah masih memiliki kadar kapur tinggi dan tingkat keasaman tertentu sehingga mempengaruhi hasil pertanian masyarakat.
Reporter & video: Ihsan Imaduddin
Editor: Ian
Belasan warga melaporkan dugaan penipuan, pemalsuan surat, hingga intimidasi terkait sengketa lahan di kawasan Kavling Tering Mas, Tanjung Sekungkuang, Batuampar, ke Polda Kepri, Rabu (13/5). Para korban mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah setelah membeli lahan yang diduga dijual secara ilegal oleh seorang pria bernama VS
Kuasa hukum korban, Yopta Eka Saputra, mengatakan laporan tersebut diajukan oleh sekitar 12 korban dengan total 14 dokumen pengaduan. Mereka melaporkan dugaan tindak pidana penipuan, pemalsuan surat, premanisme, hingga praktik mafia tanah.
“Hari ini kami melaporkan dugaan tindak pidana oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris. Korban sudah banyak, ada yang tanahnya dijual kembali, ada yang diintimidasi saat membangun,” ujar Yopta usai membuat laporan di SPKT Polda Kepri, kemarin.
Menurut dia, sebagian besar korban telah memiliki dokumen kepemilikan, bahkan beberapa di antaranya sudah mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Namun belakangan muncul klaim sepihak dari terlapor yang mengaku sebagai ahli waris dari Bendahara Koperasi Harapan Bangsa.
“Ini koperasi berbadan hukum. Tidak bisa tiba-tiba ada yang mengaku ahli waris lalu menjual lahan milik orang lain. Apalagi sebagian korban sudah punya SHGB dan sudah membangun,” katanya.
Yopta menyebut kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp80 juta hingga Rp240 juta per orang. Modus yang digunakan, kata dia, dengan menawarkan lahan melalui media sosial dan menjanjikan pengurusan WTO hingga sertifikat tanah.
Reporter & video: Yashinta
Editor: Ari
Kasus pembunuhan sadis terhadap perempuan muda berinisial DA, 19, di Kabupaten Lingga, akhirnya berhasil diungkap jajaran Polda Kepri dan Polres Lingga. Pelaku berinisial JK berusia 43 tahun yang merupakan suami siri korban ditangkap di Lumajang, Jawa Timur, setelah sempat melarikan diri keluar dari Kepulauan Riau.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricilia Hoei, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan warga yang hendak menempati sebuah rumah kontrakan di Lingga. Saat memeriksa area belakang rumah, pelapor menemukan gundukan tanah mencurigakan.
“Pelapor kemudian memanggil rekannya untuk menggali gundukan tanah tersebut. Saat digali, ditemukan jenazah seorang perempuan dan langsung dilaporkan ke Polres Lingga,” ujar Nona dalam konferensi pers, Senin (11/5).
Dari hasil penyelidikan, korban diketahui merupakan istri siri pelaku JK. Dikubur di kedalaman 50 cm dari permukaan tanah. Polisi menduga kuat pembunuhan dilakukan karena motif kecemburuan.
“Pelaku cemburu terhadap korban hingga emosinya memuncak dan melakukan pembunuhan. Cemburu kepada adik kandung pelaku yakni BS,” katanya.
Nona menjelaskan, korban dan pelaku menikah siri pada 2024. Selama menjalani hubungan, korban disebut sering mendapat perlakuan kasar dari pelaku. Bahkan korban kerap dikurung dan tidak diperbolehkan bergaul dengan orang lain.
“Korban merasa ketakutan karena pelaku sering bersikap kasar dan membatasi aktivitas korban sehari-hari. Hal itu dipicu rasa cemburu pelaku,” ungkapnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Ronni Bonic, menambahkan pelaku juga merupakan residivis kasus pembunuhan terhadap istri pertamanya.
“Pelaku ini residivis kasus pembunuhan terhadap istri pertama,” tegas Ronni.
Reporter & video: Yashinta
Editor: Welly
Tanjungpinang Bidik Wisatawan Belanja Lewat Paket Wisata Terpadu
11/05/2026
Gemerlap lampu panggung dan riuh tepuk tangan memenuhi Ballroom Harmoni One Hotel, Batam Center, Sabtu (9/5) malam, saat Arya Syaputra dan Keizia Hirano Danito resmi dinobatkan sebagai Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026.
Keduanya berhasil menyita perhatian dewan juri dan penonton setelah melewati persaingan ketat dalam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 yang berlangsung spektakuler dan penuh kemeriahan.
Arya Syaputra sukses meraih gelar Encik Kota Batam 2026, sedangkan Keizia Hirano Danito dinobatkan sebagai Puan Kota Batam 2026. Kemenangan tersebut menjadi puncak perjuangan panjang setelah melewati berbagai tahapan seleksi, pembekalan, hingga karantina intensif bersama 20 finalis terbaik lainnya.
Acara grand final dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, Ketua LAM Kepri Kota Batam, Raja Muhamad Amin, unsur Forkopimda, kepala OPD, asosiasi pariwisata, sponsor, Ikatan Encik Puan Kota Batam, serta ratusan tamu undangan.
Suasana malam grand final semakin semarak dengan penampilan tari persembahan, parade busana finalis, sesi tanya jawab menegangkan, hingga hiburan musik dan budaya yang memukau penonton.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan ajang tahun ini diikuti 167 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota kepolisian, perbankan, seniman, budayawan, mahasiswa, hingga pelaku pariwisata.
“Para finalis yang tampil malam ini merupakan generasi muda terbaik yang telah melalui proses seleksi panjang dan kompetitif,” ujar Ardiwinata.
Ia menegaskan, ajang Encik dan Puan bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah pembinaan generasi muda agar mampu menjadi representasi positif Kota Batam.
“Kami berharap para pemenang dapat menjadi wajah baru pariwisata Batam yang kreatif, komunikatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Batam
29464